Sabtu, 20 April 2013

Greyson Chance FanFiction: Please, stay here(Closing)

_____________
Get into your room, Mine is in frotn of yours" kataku
kemudian dia tersenyum, "Thanks Grey, good night" "Night"sahutku
 _____________
*Carie's POV.
Pagi datang lebih cepat dari ini, dan tadi malam adalah malam yang indah yang pernah kualami, ahh... Andai saja aku masih bisa bersamamu,Grey.
Telepon genggamku berbunyi, tertera caller id 'Mom'
Dengan merubah posisi tiduranku menjadi duduk, aku mengambl handphone ku dan menjawab panggilan itu,
"Hello mom, How are you?" Tanyaku. "Hello Girl, I'm Fine, how about you?" "Me too" sahutku, "How was your night?" "Crazy! It's cool mom, Greyson Very cool! thank for the ticket that you has bought me, I love you Mom" "Love you too dear" sahut mom. "Tomorrow I will go back to Indonesia, Be Ready to pick me and your dad at airport on 07.00am" "Okay, I will pick you!" kemudian aku menoleh kesebelah kiriku, ternyata Cynthia baru bangun dan menanyakan siapa yang sedang menelponku aku jawab mom. dan dia mengisyaratkan su\paya memberikan hanphone ku kepadanya.
Lalu dia berbicara dengan mom, dan, mom menyetujuinya, dia tidak marah, I love you sooooo much Mom.
 "Ini, Your mom is so good, Nicky" katanya "Thank you, Cynthia, you too" "Ah, biasa aja kok, jadi pulang kan hari ini?" No, aku masih ingin bersama Greyson.
"Of course, just as like what you said last night, Cynthia" dia mengangguk.
"Want to use toilet?" tanyanya, "No, aku mau sarapan dulu, sekalian jalan-jalan, aku sarapan duluan boleh?" 
Cynthia mengangguk tersenyum, aku pun keluar kamar dengan pakaian yang sama seperti tadi malam.
dan di lift aku bertemu seseorang, yang benar-benar kucintai
"Good morning sweetie" katanya sambil merangkulku, "Good morning Mr. Chance", kemudian ia menghadapkanku ke wajahnya, dan mengecup keningku sekali lagi. "Don't say if this a good morning kiss" "You know" katanya sambil tersenyum jahil. Lagi-lagi aku merasakan perasaan ini menyeruak, memaksa masuk ke relung hatiku, perasaan nyaman, dan perasaan tidak ingin jauh darinya. "Kau mau kemana?" tanya dia, "I'm going to breakfast, and maybe walkin', how about you?" tanyaku, lagi.
"My stomach very angry with me, so I'm going to Breakfast too, how if we eat together?" tanya Grey.
Yes, and how about we life together? 
"It's okay, dan yang menghabiskan makanannya terlebih dahulu, dialah pemenangnya" sahutku sembari menantang dia, as he did last night. 
"Are you dare?" tanya Grey sambil menarik tanganku untuk masuk ke lift.
"Don't say it, kali ini aku yang akan jadi pemenangnya" kataku. 
"kalau begitu, cepat katakan perintahmu, nona pemenang" kali ini Greyson meledekku 
Don't leave me, stay here with me, forever and always. 
 "Hey, kau sangat ingin mengetahuinya ya? Ayo cepat keluar dari lift ini, dan kita lihat siapa pemenangnya" sahutku berpura-pura tidak memperdulikan dia yang membuat muka seperti ingin tahu. 

"Are you ready?" Tanya Greyson memulai, yang ku jawab dengan anggukan dan senyuman jahil tanda setuju.
"One.. Two... Three" aku menghitung dan langsung melahap sarapanku. 
Dab lagi-lagi 15 menit kemudian, geryson menghabiskan makanannya lebih dahulu. Daripada aku.
Oh kurasa dia amat sangat lapar.
"Oh, dan lagi-lagi aku keluar sebagai pemenang" katanya, kali ini gantian dia yang tersenyum jahil, sambil mencubit pipi milikku, yang baru saja selesai makan.
"Okay, Mr. Pemenang, apa perintahmu, Tuan?" tanyaku sambil bercanda. 
  
 _____________
*Greyson's POV
Pagi ini aku bertemu dengannya, wanita ini selalu saja bisa membuatku tidak berkedip sedikitpun saat bersamanya, karena aku tidak ingin melewatkan setitik pun kebahagiaan bersamanya, kurasa hatiku juga membantu mataku untuk meledekku, kurasa mereka bekerjasama. hatiku berdebar saat melihat dia sedang berjalan untuk menempatkan posisisnya disisiku, dan jantungku berdetak tak karuan saat ia sudah disisiku. Oh, mengapa semua ini terjadi? Ku rasa, aku jatuh cinta dengannya. Dengan gadis yang memilik mata indah berwarna cokelat, aku suka dari gayanya berbicara, cara dia menatapku, cara dia membalas genggaman tanganku, aku suka saat dia menarikku untuk segera masuk lift karena ingin makan, dan bahkan aku suka membiarkan perasaanku melambai sendirian. Dan kali ini, 
aku sarapan bersamanya,seperti kemarin, dinner bersamanya, inilah saat-saat yang sangat kusukai, Selalu bersamanya.
Kami melakukan permainan itu lagi, permainan Dare tanpa truth, dan lagi-lagi, aku keluar sebagai pemenang, dia sedang duduk memperhatikanku di hadapannya yang sedang tersenyum dengan seribu pikiranku tentang Permintaanku kali ini.
"Hello tuan pemenang, apakah kau tidak jadi menyebutkan permintaanmu?" tanyanya dengan gaya usil,
"No, aku baru saja akan menyebutkan permintaanku saat kau mengatakan itu" balasku tak kalah usil.
"Oh, maaf ku pikir kau akan membatalkan rencana aneh mu itu" kataya sambil tersenyum dan menumpukan kepalanya dengan siku sambil menatapku.
"Apa selanjutnya?" tanyanya lagi.

" Please, stay here?" pintaku kali ini.
 

Tidak ada komentar: