Rabu, 30 Januari 2013

Masih Tentang kamu.

Semuanya tentang kamu dan karena kamu, pernah nggak kamu mikirin perasaan aku? 
Perasaan tentang, masih ingin ada dihatimu. 
Perasaan tentang, terus dibuat bahagia sama kamu aku pernah mencoba untuk menghilangkan perasaan ini,
Tapi semakin aku mencoba, semakin sulit rasanya.

Bukankah dulu kamu pernah bilang bahwa kamu nggak mau kalau aku pergi?
Bukankah dulu kamu pernah bilang. Yang terakhir?
Inget nggak? 
Semuanya masih tentang kamu. 

Tulisan-tulisan rindu yang sering kukirimkan.
Tulisan-tulisan sayang yang nyatanya memang untukmu.
Tulisan-tulisan perhtian yang sengaja aku tulis.

Hati ini, masih tentang kamu
Ingatanku masih tentang kamu.
Perasaanku, masih untukmu. 
Duniaku, masih milikmu. 

Aku kangen kamu. 
Semuanya masih tentang kamu. 

Tentang kamu yg sering bawelin aku supaya jaga pola makan.
Tentang kamu yg sering bawelin aku supaya. Jangan Tidur larut malam.
Tentang kamu yg pernah mengisi kosongku. 
Tentang kamu yg pernah mengisi kotak masuk sms ku dengan perhatianmu. 
Tentang kamu yg pernah menghiasi mimpi-mimpiku

Aku rindu senyuman manismu. 
Aku rindu senyuman manis yang kau tujukan untukku. 

Pernah kah kamu merasakan seperti apa yang kurasa?

Selalu menyayangimu, dan memiliki perasaan ini sendirian.

Inspired; Anis, Thankyou:-)

Greyson Short Story: sunshine and city lights ( Story )

15years ago
“Will you watching me go?”
“Where?” 
“I'll go over the California sky, I'll landing in Paris”
“No I will never” 
“Why? Did you ever want me to go?”
“No, I won't watch you go,I want you stay here with me”
“Me too, I wanted to alwyas here, beside you and with you”
“But, why did you ask me that?who will guide me?” 
“I have to go.. Tomorrow, 22.00 p.m I wait you at the airport for the last time we met,sunshine and city lights will guide you..” 
“Sorry I can't, I.. Can't” 

-------------------------------------------


“Do you miss him?”
“Yes”
“Can you change the answer?why did you always have the same answer?”
“Because, I always do.” 

“But.. Did he miss you too? He don't call or text you for 10 years”
“But, I do” 
“Whatever!!!!! Besok kita ke London!!” 
“Hhhhh! Aku gak mau! Aku mau kita tetap di sini,di California!!!”
“Gak bisa Ndy! We have to go there!!!!” 
“Why??????!gimana kalau besok tiba-tiba aja dia ke California?”
“Mom sakit”
“Sorry.. Aku nggak tau,karena kamu nggak pernah bicara terus terang ke aku” 
“Yaudah, harusnya aku yang minta maaf,besok kita kesana ya ndy?”
Aku mengangguk
“Dad? Hello dad? I'll go to London with Cindy” 
“Thankyou Sarah, when?” 
“How about tomorrow?” 
“Ok,I'll pick you Heathrow” 

Aku merebut telepon sarah. 

“No dad, you don't need to pick us there, just protect mom in the hospital k?”
“Hmm.. Baiklah” 

“Cindy, turun yuk, I've already prepared the dinner for u” 
“Can you wait me for a while?” 
“Yes”


“Cindy?”
seseorang diseberang teleponku angkat suara.
“can you help me please?”
“Kenapa ndy?”
“Besok aku&sarrah;pergi ke London, tolong izin ya?” 
“Hmm,k. Untuk berapa lama ndy?” 
“Idk, kayaknya sampai mom ku sembuh” 
“Mom kamu sakit?” 
“Iya.. Maaf ya, aku butuh banget pertolongan kamu” 
“Hm.. Baiklah! Apapun untukmu Ndy Get well really soon for your mom” 
“Thanks Dinny! I love you my best!” 
“Me too.. Come back please?”
“Pasti! See you” 

“Hai sarah! Jadi gimana?besok?jam berapa? Jam 2malam?”
“Ya,cepat habiskan makananmu” 


“Kita udah mau sampe Heathrow nih cin!cmon wake up! Take your things here!” 
“Where will we go?hospital or??”
“Grandma's house”
“Hm, baiklah”

Pagi yang sangat dingin di bulan September, salju dimana-mana. 
Aku suka salju. 
Tapi aku lebih suka saat kamu ada disampingku,aku pasti tidak sebeku ini. 

“Good morning grandma,sorry for waking you up in the very cold morning like this” sarah membuka percakapan
“Good morning grandma, I miss you so”sahutku.
“It's ok my girl,come in,mau segelas cokelat hangat?or a cup of ginger?” “Anything grandma”sahutku.

“Hm, nggak perlu nek, aku nggak kedinginan kok,sini biar aku aja yang buat” 
“Ah, no problem, I can get it” 
“No need, lebih baik kau duduk saja di depan nek” 
“Hahaha,thanks sarah” 

“Hai nek, nenek gak tidur?”
“No, I miss your grandpa”

Aku memeluk nenek, aku mengerti perasaannya, aku juga nek. I miss him. 
“Patiently grandma, I know what you feel.. Sorry for the question” 
“It's ok, cindy jam 6nanti kita ke rs ya?”
“Ahh, nggak apa kok nek,nenek dirumah aja, jadi ngerepotin kan..”
“Nggak kok,kalian kan udah lama nggak kesini,a lot of things changed here” 

Deg. 
“Really nek?how about the hills that you ever showed me?” 
“Except it!always the same!”
“I love you grandma!” 
“I love you too girl” 

“Moooooommmmm, we miss you, how can you here?:(” tanyaku&sarah;. 
“Its ok child..I'm just very tired” 

Aku mengobrol&menjaga;mom cukup lama. 


“Its already 22.00pm my girl, why don't you get home?” 
“I won't” sahutku sambil menggeleng
“Me too, can I sleep here with you mom?”Tanya sarah. 

“No problem,how about grandma?”
“Me too, we will sleep here tonite!” 

23.00 

I can't sleep! 
Hills!bukit itu! Ahh aku sungguh merindukan tempat itu, aku harap, aku bisa kesana. 

Grasakgrusukgraskshagsssrhk
“Cindy!what are you doing?”Sarah whispered
“I wanted to go to hills,want to join with me?”
“Are you crazy?its almost 00.00 cindy!and I've already feel asleepy”
“Whoa!how sleepy head u're”
“Take care cindy”

23.30

Hills. Bukit pelangi. 

“Seandainya sekarang musim semi.
Malam hari justru pelanginya lebih terlihat,seandainya kamu bersama ku disini, grey..”
“Permisi,nona, apa yang sedang anda lakukan tengah malam begini?”
Seorang pria,yang terlihat baik menyapaku. 
Tetap saja aku harus berhati-hati.
“Ahh tidak,aku hanya ingin melihat pelangi dari sini,aku pasti tahukan?”
“Ya aku tahu, Rainbow hills,tapi mana mungkin di musim dingin begini ada pelangi?”
“Sunshine will make it,sunshine will make everything perfect”aku menoleh menatap wajahnya. 
Pria yang memiliki tinggi badan sekitar 170cm itu menatapku balik.

Rambut&warna;matanya senada,cokelat. 
Perpaduan yang sempurna,mirip seseorang yang ku tunggu. 

“I've ever said it to someone who I'm in love”
Dia tersenyum. 

His smile, like I ever seen.

“Me too,someone ever said it to me” 
“Do you Cindy Lilliana?”
“Do you Greyson Michael Chance?” 

Tatapan kami terkunci. 

Seseorang yang aku tunggu menungguku. 

“I'll never let you go now, Greyson”
“Me too, I won't go everyhwere without you cindy” 
“Don't do this again!” 
Aku menangis dalam tatapannya. 

“Don't cry Cindy! I feel like stranger if you crying,because I know, home is in your eyes.. Take a look at me please?”

Aku menoleh,menghapus airmataku. 

“Yes, I will not crying”
“Ahh,its better, how beautiful you are Cindy, its cold here,come in”

Aku duduk disampingnya, 
Membuat api unggun, bercerita tentang masa kecil kita. 

"You Said, you'll go to Paris?"
"Yes i said it, But 5years later, I Moved here..
Sunshine and city lights will come,and hold you tight, Cindy Lilliana.. I love you”

Senin, 28 Januari 2013

Kenapa semua ini harus ku rasakan?

Kenapa hari ini tidak ada namamu di inbox sms ku?
Kenapa hari ini tidak ada namamu di List chat bbm ku?
Kenapa kau menghilang?
Kemana kamu pergi?
Kenapa Hari ini Username twitter milikmu tidak ada di list mentions ku?


Kenapa kamu melakukan semuanya kepada ku?
Kenapa hal yang kau lakukan ini begitu mudah?

Kamu membuatku sulit untuk tertawa
Karena kamu membuatku sulit untuk menghela napas.

Kenapa kamu melakukan hal ini kepadaku?

Kenapa engkau membiarkanku menyayangimu tanpa engkau peduli?
kenapa engkau membiarkanku menyayangimu tanapa engkau tahu aku selalu melakukannya?

Why: Secondhand Serenade

Seperti aku dan kamu saat dulu.

Aku dapat merasakan kehadirannya disetiap detik yang kulalui dihidupku
Berbagi Cerita dan pengalaman

Dia bisa merasakan aku yang menyayanginya setiap hari.

Bukankah aku yang selalu menemanimu disetiap keadaan?
Bukankah kamu yag selalu melarangku untuk menangis karena takut kehilanganmu?
 Tapi kurasa dia bisa melakukan hal yang lebih luar biasa dibanding aku.
Apakah dia membiarkan dirinya mendengarkan semua cerita mu tentang lagu-lagu yang kau suka?
Walaupun kamu menceritakannya setiap saat?
Apakah dia rela melakukan hal itu?

Bukankah itu hal yang kau lakukan ketika kau bersamaku?

Ya, Aku tahu, sesuatu antara kau dan dia
Dia pasti akan melakukan hal itu, karena dia sahabatmu
meskipun kau meminta sesuatu yang lebih dari sahabat?

Apakah dia membirtahumu bahwa dia mencintamu?
Seperti yang kulakukan, Saat dulu.



Inspiration by: Like we used to - A rocket to the moon

Kamis, 24 Januari 2013

Bintang Yang Meredup


Ini Spesial banget dari saya:)
Cerita ini Terinspirasi banget dari judul lagu yang sama :)

Kita yang mencari dan pahami isi hati 
"Selamat pagi, Ayooo bangun Semangat ya untuk sekolah nya hari ini :*"
itu Ferdi, seseorang yang selalu memasok energi setiap pagi
seseorang yang menjadi salah satu alasan ku untuk tetap bangun esok hari.

"Iya aku udah bangun kok;) kamu juga ya siap-siap sekolah" Kurasa ferdi sudah menerima balasan pesan singkatnya.
"Nanti aku jemput jam berapa?" balas dia
"kamu masih mau jemput aku,Fer?"
"iyalah, kamu kan pacar aku-_-"
"nggak usah lah Fer, jadinya aku ngerepotin kamu nih,lagian kalau aku pacar kamu kan nggak harus selalu dijemput"
"udah nggak apa kok, aku kesana jam 6:15 ya"
"Duh kamu tuh ya, yaudah deh gapapa"
"nah gitu dong, udah sana siap-siap:)"
"oke:D"
http://www.fiirde.blogspot.com/
======================================================

Pagi hari, Ruang tamu rumah windu 

"Jadi kamu pacarnya windu?siapa namanya?"
"Iya om, Ferdi"
"mau berangkat bareng windu?"
"iya om, gakpapa kan?"
"kamu itu pacarnya windu, jaga dia baik-baik ya! windu itu harta saya yang paling berharga jangan kamu sakiti dia, mengerti?"
"mengerti om, makasih :)"
"iya, sebentar duduk saja dulu, tunggu windu sarapan"
"nggakpapa om, disini aja:)"
======================================================
Ruang makan.

"Pah, udah ketemu Ferdi?"
"Udah tuh, kamu jangan sampai macem-macem ya!"
"iya pah tenang aja sama windu"
"kamu tau kan keadaan kamu kayak gimana?"
"tau papah,kalau gitu Windu jalan dulu ya pah"
"yaudah, hati-hati ya"

======================================================

"Ferdi!"
"eh win"
"maaf ya kelamaan nunggu, tadi sarapannya lama banget ya?hehe"
"nggak kok win, aku juga baru sampe hehe"
"yaudah yuk berangkat"

======================================================

Aku sungguh menyukai suasana ini, 
keadaan dimana aku bisa melihat Ferdi dari dekat, 
aku nggaktau kenapa aku ngerasa suatu saat bakalan kehilangan Ferdi, aku takut banget sama hal itu,
aku sayang Ferdi,dialah semangatku, dialah yang bisa membuat aku jadi kuat seperti ini 
Ya Tuhaaaannn Panjangkanlah umurku, agar bisa selalu bersama Ferdi...

"Win, ayo turun udah sampe nih"
"iya fer, aku tau" jawabku sambil memukul pelan pundak Ferdi 

"nanti istirahat makannya yang bener ya! jangan jajan sembarangan"
"Fer, bel masuk aja belum, masa udah ngomongin istirahat, nggak sekalian kamu ngomongin bel pulang?"
"ohiya nanti pulang aku ada rapat Basket,pulang duluan aja gapapa kan?"
"gapapa ko Fer, dari dulu aku kan juga udah biasa pulang sendiri hehe,yaudah kalo gitu aku ke kelas duluan yah"
"oke, belajar yang bener ya Win!:D"
aku mengangguk 

Bel istirahat 
"Windu, ke perpus yuk?"
"gabisa ta, aku ada jam lab"
"yah, lagian kita gak sekelompok sih ya"
"iyanih, padahal kalau boleh milih, aku maunya sekelompok sama kamu.."
"Windu.. muka lo pucet banget, sini deh"
tita menarik tanganku dan membisikkan sesuatu ke telingaku 
"udah minum obat?"

"belum ta, aku lupa!"
"tuhkan! nanti kamu ada jam lab lagi, kalau kenapa-kenapa di lab gimana?"
"gapapa kok aku tahan sampe jam terakhir ta, pasti deh!"
"kamu tuh selalu berpura-pura kuat win, kamu kira aku gaktau ya?Win, aku ini sahabat kamu dari kecil, dari kita belum ngerti apa-apa sampe kelas XI gini win, aku ngerti kamu, kamu orang yang selalu menyembunyikan kesedihanmu dibalik senyum manis mu, kamu yang selalu pedih dalam diam, benerkan, win?"
"Ta.."
"yaudah ke uks dulu yuk, minum vitamin c"
"Ta.. makasih ya"
"kenapa makasih win?kamu itukan temen aku, jadi aku pasti tau seluk-beluknya kamu"

Tuhan, aku sayang Tita, jangan kau suruh malaikatmu untuk menjemputku secepat Vonis dokter tuhan,
aku mau membahagiakan Tita terlebih dahulu, kami ingin lulus SMA bersama-sama, kami ingin di Wisuda S1,S2, dan S3 bersama-sama Tuhan, janganlah engkau pisahkan kami, aku menyayangi Tita Tuhan, Dia sahabtku tolong jaga dia dari siapapun yang hendak berbuat jahat kepadanya Tuhan..
======================================================

Uks. 

"nanti kamu pulang sama siapa win??"
"sendiri kayaknya ta"
"Loh, Ferdi kemana?"
"Rapat basket ta, kayaknya sih sekalian latihan, bentar lagikan mau turnamen&bakalan;jadi turnamen trakhirnya Ferdi"
"yaudah kenapa harus pulang sendiri? kenapa ga minta di jemput pa Bud?"
"aku gamau ngerepotin dia ta, Anaknya lagi sakit, masa aku juga minta dijemput"
"yaudah balik sama aku aja ya win?"
"loh? balik sama kamu?Nanda gimana??"
"yaudahlah gapapa ya win"
"iya deh ta"
aku mengangguk pasrah..

======================================================
Lelah ditengah jalannya dan hentikan cerita
3 Bulan kemudian..

malam itu aku duduk dibawah LangitNya, dibawah Taburan bintang yang Ia berikan.
"Fer.."ucapku di telepon
"kenapa win?"
"Kita putus ya?.."

"Win.. kamu gak bercanda kan? aku tau kamu itu orangnya humoris banget, tapi aku gak suka candaan amu kali ini"
"enggak fer, kali ini aku gak bercanda, aku mau kita putus!"
"kenapa win?salah aku apa? apa aku terlalu mentingin basket daripada kamu? apa aku terlalu sering nyuekin kamu win?atau.. atau apa win? kenapa?"
"Aku udah gak sayang kamu, Fer" jawabku ketus.
"beneran win?oke! kalo gitu! aku juga udah gak sayang kamu kok! aku memang mau ini dari dulu, aku terima, aku harap kamu bahagia ya disana dengan orang yang kamu sayangi"

klik.

telepon dimatikan.

'orang yang aku sayangi itu kamu fer, kenapa masih gak paham?'

Tuhan, maaf aku belum bisa menjadi yang terbaik baginya, aku cuma ingin dia bahagia tanpa aku, 
aku cuma ingin dia tidak merasa keberatan saat aku pergi, karena kurasa cara terbaik untuk membiarkan kita diikhlaskan saat pergi adalah dengan membuat mereka membenci kita, maafkan aku Tuhan.. aku hanya ingin dia mendapatkan wanita yang lebih baik dari aku, atau aku ingin Engkau mempertemukan kami suatu saat nanti


*tok tok tok*"Windu windu"
Suara papah, 
"Windu, ada Tita nih"
"Iya masuk aja"

"silahkan nak tita"
"makasih om"

"hei Win, gimana keadaan kamu?"
"udah agak baikan ta" aku tersenyum lesu, dengan mata sembab ku.
"Kamu abis nangis ya win?"
"enggak kok ta"
"aku tau win, pura-pura kan?apa kamu masih pantas mengucapkan sesuatu yang maknanya sendiri aku tau"
"Iya ta.."

Tita memelekku dan ikut menangis.

"kenapa win?kenapa kamu nangis lagi?"
"aku takut ta"
"takut kenapa?"
"kemarin aku check up.."

( Flashback )
"Jadi, Kondisi putri saya gimana dok?" tanya papah
"Nak Windu.." ucap dokter 
"Gapapa dok, bilang aja saya siap kok mencerna setiap kalimat yang dokter berikan"
"kamu yakin siap?"
"iya dok, saya siap & selalu siap dok"
"maaf pak, sangat disayangkan kondisi darah putih putri anda sudah cukup membahayakan.. jadi kami, hanya bisa membantunya sedikit saja, karena sisa nya ada di Tangan Tuhan pak"
"dok, tolong di maksimalkan ya!tolong dok, dialah putri saya satu-satunya, anggota saya dirumah satu-satunya"
"kami akan berusaha se-maksimal mungkin pak, sebisa kamu, semampu kami"
"terima kasih dok"

======================================================


"Jadi gitu win?"
"iya ta.. maaf ya kalau aku punya salah sama kamu"
"kok kamu ngomongnya gitu sih win?"
"yah.. aku juga mulai nggak kuat Ta"
"kamu kuat Win, aku ngerti kamu pasti kuat, berpura-pura lemah ya?tunjukkin dong kalau kamu itu windu yang kuat, aku gak suka windu yang kayak gini, windu yang dulu aku kenal itu windu yang selalu periang, gimana pun kondisinya, ngerti?"
"ngerti ta, tapi, semangatku udah nggak disini, cahayaku udah ilang ta.."
"kenapa?siapa semangat kamu?Ferdi?kenapa?"
"aku putus ta"
"kalian gaboleh putus!kenapa? kenapa bisa win? aku heran, Kalian kenapa bisa putus?aku tau kalau Ferdi itu emang orang yang selalu bikin kamu bahagia,bikin kamu ketawa,ceria,senang,bahkan aku ngerti kamu, kamu sampai lupa caranya menangis kan saat bersamanya?"
"nggak ada kata 'kalian' lagi ta antara aku dan Ferdi, aku mutusin dia karena aku mau dia rela saat aku Pergi"
"WINDU! aku gak mau Windu yang kayak gini, kamu itu prangnya sungguh hebat, hebat berpura-pura, kamu pasti sekarang juga lagi berpura-pura lemah kan?kamu siapa sebenrnya?kamu bukan Windu"
"aku Windu, ta" tangisku menjadi-jadi
Tita meneteskan airmatanya yang kesekian kali bersama ku,
"jangan nangis ya ta"
"Kamu win, berhenti nangis, dan jalani hidup" dia tersenyum sabil mengusap air mata ku 

Aku menyederkan kepalaku di pundak Tita, 
Dia membiarkan air mataku membasahi pundaknya, die membiarkan aku, sahabatnya menikmati sisa-sisa hidupnya

Seminggu kemudian
======================================================

'Aku sayang papah aku ta, aku sayang kamu, aku sayang Ferdi, aku sayang semua orang yang masih ada di sekeliling ku ta, tolong kamu sampaikan isi hatiku buat Ferdi ya.. aku sayang dia untuk yang terakhir kalinya, aku harap kamu mendegar isi hatiku ini'

*Di sekolah

"Tita!"
itu suaranya Ferdi kan?
"ya? kenapa fer?"
"aku mau ngomong sesuatu sama kamu boleh?"
"ngomong aja"
"nggak disini" Ferdi menarik tangaku yang menggantung disebelah kanan, mengarahkan ku ke taman samping sekolah
"Kenapa Fer?kenapa harus disini?"
Ferdi diam.
"Fer! inikan tempat Favoritnya Windu!"
"iya, kamu tau, kamu sahabatnya kan?"
"iya Fer, kenapa?"
"aku mau tanya sama kamu, kamu pasti taukan kalo aku putus sama Windu?"
"i...iya Fer"
"kamu pasti tau kan penyebab nya? terus, kamu pasti juga tau kan alasan kenapa dia udah seminggu ini nggak masuk sekolah?"
"Fer.."
"Jawab Ta!" 
Ferdi Emosi, tatapan dibalik proyeksi Lensa matanya yang cokelat membuatku ingin memukulnya

"WINDU TUH SAYANG BANGET FER SAMA KAMU! KAMU HARUSNYA TAU ITU!"
"KENAPA DIA MINTA SEMUANYA BERAKHIR TA?PURA-PURA SAYANG?IYA?"
"NGGAK FER! WINDU NGGAK SEBODOH YANG KAMU KIRA! WINDU SAYANG KAMU TANPA KEPURA-PURAAN, WINDU SAYANG KAMU DARI LUBUK HATINA FER!!!"
"TERUS?JELASIN TA SAMA AKU KENAPA DIA MAU SEMUANYA BERAKHIR?JELASIN! GAK MUNGKIN KAN KALAU TIBA-TIBA AJA GITU DIA MAU PUTUS KARENA UDAH NGGAK SAYANG?SEJAK KAPAN TA?"
Ferdi memegang pundakku, tempat biasa windu menangis, dan memaksaku untuk menjawabnya

"Tita.. Ferdi.."
"WINDU" ucapku dan Ferdi bersamaan
======================================================

Aku nggak nyangka, 
aku nggak pernah berpikir kalau akhirnya Ferdi memilih Tita untuk membahagiakannya..

"Windu! tunggu aku"
Suara tita, nggak, gak boleh, aku gaboleh ngeliat dia, emosi ku menjadi, aku menangis, air mataku mengalir deras,
darahku berdesir kencang, jantungku berdebar tak karuan.
aku berlari menjauhi Tita, 
membiarkan dia bahagia bersama Ferdi..

"Windu! kenapa kamu ngejauh? ini nggak seperti yang kamu Pikir win!"

Suara tita masih terdengar
'Aku ngejauh supaya kamu bahagia sama Ferdi Ta'
batinku menjawab, lisanku tak sanggup lagi bergumam.

======================================================

"Windu kelelahan Pak, Dia benar-benar harus totally bed rest"
"dimana dok?rumah sakit?"
"iya pak,kala begitu saya permisi dulu"
"baik dok, terimakasih"

"Om, maaf ya.. Tita nggakbisa ngejaga windu dengan baik"
"nggak apa nak tita, Windu emang sering begini kok, kalau boleh om tau, kenapa Windu bisa sampai pingsan disekolah?pada hari pertama ia masuk pula, setelah seminggu istirahat"
"Jadi gini Om...."
( Flashback yang di Taman belakang sekolah )
"Salah paham ya?"
"iya Om, aku jadi ngerasa bersalah sama Windu, maafin aku ya om"
"Kamu nggak salah Nak tita"
"tita salah om, tita udah bikin sahabat tita yang baik 
banget jadi terbaring di tempat yang paling dia benci om"
"sudah ndak usah nangis, bisa tolong panggil Ferdi kemari?"
"Bisa Om"

======================================================
Kaulah bintangku yang meredup perlahan terambil cahayanya

"Jadi karena ini Om?Ta?Karena ini Windu mau aku berpisah sama dia?"
"Iya Fer,Windu sebenernya sayang banget sama kamu.."
"iya nak Ferdi, jadi Windu cuma mau kamu bisa bahagia walau tanpa dia"
"Gimana bisa?sedangkan kebahagiaan aku adanya di Windu! kebahagiaan aku ada sama kamu win, bangun win!"

"om boleh titip windu sebentar?om ada keperluan"
"iya om, boleh, Tita bakaljagain Windu sampai dia sadar"
"Aku juga"sahut ferdi
======================================================

"Jadi begini pak, saya mengajukan surat pengunduran diri dari sekolah ini kepada anak saya yang bernama windu"
"Oh, Windu? Kelas XI-Ipa1 ya pak?"
"iya benar sekali pak"
"Tapi kenapa?bukankah dia anak yang berprestasi pak?dia bahkan sempat menyumbang sejumlah piala untuk sekolah, die pernah mengharumkan nama sekolah pada olimpiade-olimpiade Tingkat Kota pak"
"kesehatannya terganggu pak"
"Maksud anda bagaimana ya pak?"

======================================================

"Loh, pak kepala sekolah?"
"kalian ada disini?siapa?temannya Windu ya? Kamu tita kan? dan kamu Ferdi?paarnya Windu?"
"iya pak, saya tita temannya Windu"
"saya ferdi, seseorang yang pernah memberikan windu semangat pak"
"jadi begitu rupanya alasan kenapa Windu Tidak melanjutkan sekolahnya"

"maaf pak, sebetulnya ini kemauan saya sendiri, biarlah Windu melanjutkan sekolahnya dirumah saja"
"Baiklah pak, saya mengerti, semoga Windu lekas sembuh ya, saya permisi dulu"

======================================================

Malam hari, Rumah sakit tempat windu dirawat

"Pa...pa..papah"
"Windu?Windu?Kamu sadar sayang? Windu?"
"Tita panggil dokter/suster dulu ya om, Dok!!Dokter!! Dokter!! Suster Suster! suster pasien dikamar 109 sadar"
"Namanya Windu Angkasarania" sahut Ferdi

======================================================

"Kondisi Nak windu masih sama pak, tapi sedikit menurun, sungguh Rahmat dari Tuhan sampai sekarang karena dia sadar,Permisi pak"Ucap dokter 
Tak ada manusia sempurna dapatkah kau terima dan engkau kan terus mencari pengisi kosong hati
"Papah, Windu kangen papah.. windu kangen tita, windu.. windu kangen... Fer.."
"Ferdi ya?" sahut pemilik nama 
"Iya fer, aku kangen kamu"
"Aku sayang kamu Windu, jangan pernah ngelakuin hal bodoh kayak gini lagi ya"

'Tuhan terimakasih karena engkau masih tidak ingin aku menemanimu, aku cuma tidak ingin, sungguh aku tidak ingin mereka merasakan sakit seperti yang kurasakan' hatiku bergumam.

"Sebenernya aku udah denger percakapan kalian daritadi siang, aku mau bangun, tapi rasanya aku lagi ditempat yang indaaaaahhh banget, jadi saat aku mau pergi menemui kalian, rasanya sulit, akhirnya aku sadar, tempat paling indah adalah tempat dimana aku bisa bersama-sama kalian"

"Windu.. Jangan tinggalin papa nak, nanti kalau kamu pergi, papa dirumah sama siapa?Papa sayang sama kamu nak, kamu ituharta papah ynang paling mahal, jagan pergi nak, Bunda mu menyuruhmu hidup bersama papah kan?"
"iya pah, Windu nggak akan pergi kok"

Jawabanku masih sama, lemas,tapi berhasil membuat lengkungan manis di bibir papa,Ferdi&Tita;"Tapi.. Windu.. windu.. windu ketemu bunda tadi pah.. dia bilang maaf, karena sekarang Windu udah harus nemenin Bunda.. bunda bilang kita bakal kumpul lagi disurga pah.."

"windu! kamu gaboleh ngomong gitu!" ucap papah

"Ndu, kamu tau nggak?tita yang udah bikin kamu kayak gini, maafin tita yah, jadi kalu kamu mau ngebenci tita, nggak apa, windu berhak kok ngebenci tita"
"enggak ta, aku udah denger semuanya kok, makasih ya, Tita emang sahabt windu yang paling baik"

Tita menangis.
"Ta, kamu yang ngajarin aku untuk kuat, jangan nangis ta, kamu kuatm, aku nggak kenal tita yang kayak gini.."
"windu, Tita sayang windu"

"Windu, kamu tau nggak?sesungguhnya kamulah yang menjadi bintangku win, kamu juga udah banyakmenaburkan kebahagiaan dihidupku, aku suka setiap kata yang kau tuliskan, aku suka setiap kata yang meluncur dari bibir mu yang memiliki senyum manis, aku suka cara kamu menatap ku win, matamu sungguh mempunyai sinar yang bisa membuatku tersadar, kamulah cahayaku, kamulah si bintang pemilik cahaya paling terang"

"Fer, makasih ya atas semua yang kamu berikan, aku gak suka ngeliat air mata ngebasahin pipi kamu,jangan nangis lagi ya Fer, janji sama aku kalau itu airmata terakhir yang aku lihat"
"Tapi kamu juga harus janji, kalau kamu nggak akan pergi"

"Papah,Tita,Ferdi.. Mamah udah nunggu aku disana, mamah bilang, makasih karena kalian udah jaga Windu, Windu udah nggak sanggup lagi.. Windu udah nggak sanggup lagi, jaga diri kalian baik-baik" 
Kaulah bintangku yang meredup perlahan terambil cahayanya, kaulah bintangku yang meredup perlahan tak lagi terangi malamku
'Tuhan, jaga mereka, mereka orang-orang yang aku sayangi, mereka mencintaiku tulus Tuhan, jangan engkau biarkan mereka dekat dengan orang jahat, jauhi orang-orang yang berniat jahat dari mereka Tuhan, sesungguhnya Engkaulah Yang memiliki Penjagaan yag Luar Biasa..'
======================================================


'Kaulah bintangku, yang meredup perlahan, Ferdi sayang kamu, Windu.."