Leila?
Yup, Dad ku yang menghadiahkan nama itu untukku. Leila william, sedetik sebelum aku menangis ketika keluar dari rahim seorang super wonderwoman, Mom.
Hari ini hari pertama aku bersekolah di Senior high school untuk kelas 2, aku menunggu dalam waktu yang cukup lama untuk meneruskan ke jenjang ini, mengikuti peraturan Pendidikan di kota tempat aku mengirup napas pertama kali sampai sekarang..
"Good morning Eryn" aku menyapa teman ku yang baru aku kenal saat masuk sekolah ini.
"Morning Leila, are you ready for today?"
"Of course, how about you?"
"Too excited, selain karena aku bisa kembali bersekolah bertemu dengan pelajaran Ilmu alam favorite aku, aku bisa melihat senyum kepunyaan dia yang terukir jelas di hatiku" Sahut Eryn panjang lebar.
"Hm, Cody Simpson?"
"Tentu saja!"
Cody simpson adalah Senior kami yang menempati kelas 3-2 tepat di sebrang koridor kelas 2.
"Greyson" Eryn sedikit berbisik melihat senior yang ku kagumi lewat... Teman dari Cody Simpson
Aku memandang ke arah yang dimaksud oleh Eryn,
Melihat dia yang melintas di dekat balkon depan kelas 2-1 kelas tempatku berada.
Mendadak, jantungku berdetak tak beraturan, seperti nyeleneh dari tugasnya, darah ku mengalir berdesir melihat tatapan mata cokelatnya yang tajam, kedua mataku enggan berkedip saat dia melemparkan senyum ke.. ke arahku? YA! DIA TERSENYUM! KE ARAHKU!
1...2...3... Hati ini milik dia seutuhnya, sudah satu tahun aku menyatakan diri sebagai penggemar rahasia Greyson.
"Leila? La?" Ery mengguncang bahuku.
"Ehm" aku berdeham kecil
"kenapa ryn?"
"bengong?"
"Hehehe Greyson ryn... he can make me paralyzed when I Loo him"
Ryn hanya menggelengkan kepala.
===w===
Bel pulang sekolah berbunyi sebelum waktunya tiba, karena ini hari pertama masuk.
aku dan Eryn keluar kelas berbarengan
Dylla senior ku menepuk bahuku.
"Are you Leila?"
"Yes, what happen?" aku mengangguk bingung
"Greyson waiting for you now, anya itu, dia menunggumu dikantin, baiklah, aku duluan ya, bye"
"bye"
Aku diam.
"Greyson nungguin kamu tuh. cepat sana temuin" Eryn memecahkan keheningan.
"heh? yang benar saja"
"Tadikan Dylla bilang sendiri ke kamu"
"Accompany me please?"
"heh?Greyson not waiting me!"
"Please Ryn..."
sedetik kemudian ia mengangguk.
dari kejauhan aku melihat Greyson melambaikan tangannya ke arahku. aku berusaha mengatur napasku yang bermasalah saat aku melihatnya.
"Hello, Leila!"
"Hello Greyson, kenapa?"
"Kamu ikut Pelatihan Piano ya?" Tanya Greyson.
"Iya, bagaimana kau tahu?"
"Hm.. Aku memang jarang hadir, aku kan ikut pelatihan juga"
"Lalu kenapa?"
"Aku mau mengingatkanmu, besok datang lebih awal ya"
"Kenapa?" Tanyaku bingung.
"Mrs. Kazy sedang berlibur bersama keluarga nya, jadi aku yang menggantikan dia"
"Tapi, besok jadwalnya aku belajar dirumah Grey"
"Oh ya? Baiklah, dimana rumahmu?"
Aku memberikan alamat rumahku.
"Baiklah, besok aku datang ya!"
"Iya" aku senyum gugup, malu.
"Kau mau pulang ya? Mau ku antar?"
"Tidak usah, aku bersama teman ku kok"
"oh ya? dimana dia?"
"ada di depan"
"Biarkan aku antar ya? Anggap saja sebagai permohonan maaf karena menyuruhmy datang awal padahal besok kau latihan dirumah"
"bersama teman ku ya?"
"baiklah"
==w==
"Eryn! ini Greyson, Greyson ini Eryn"
mereka berkenalan.
"Tidak apakan aku pulang bersama kalian?"
"Maaf Grey, sepertinya aku tidak bisa, baru saja aku di hubungi kakaku, dia bilang akan kesini, jadi aku masih menunggunya, kalian duluan saja ya" Sahut Eryn.
Apa-apaan, kakak nya kan bekerja sampai sore
"Er?" aku bingung.
"ahh sudahlah kalian duluan saja, kalau kakak menjemputku aku bisa pulang"
"mmm.. tidak apa? baiklah" sahutku gugup.
"aku duluan ya Ryn, kamu hati-hati" sahutku
"aku juga duluan" sambung Greyson.
Saat jalan dan menoleh ke belakang, Eryn mengedipkan sebelah matanya, saat itu aku tahu maksud dia berkata akan dijemput kakaknya...
==w== Greyson's POV
Sulit ku percaya, aku bahkan Berjalan beriringan dengannya?Senyuman ini tidak bisa berhenti mengembang.
Perlahan aku menatap dia yang berjalan di smapingku. lagi-lagi... jantungku membuat ulah seperti meledekku.
"Rumahmu masih jauh tidak?"aku memulai percakapan.
"Tidak kok, masih kurang 5 menit lagi mungkin, kau lelah ya?"
aku menggeleng.
"Btw, Kamu suka bermain piano?"
"Suka sekali Grey! And you?"
Dia menjawab dengan Sinar mata yang kusukai, Warna Abu-abu dari Bola mata nya seakan menghipnotisku, membawa ku kedalam perasaan yang lebih dalam untuknya, aku sangat menyukaimu, Leila.
"Of course, Mereka adalah teman dan sahabat bagi jari-jariku, jiwaku seakan menyatu dengan melodi dari tuts hitam dan putihnya saat ku tekan"
"Indah ya.."sahutnya dengan senyum manis miliknya.
Seandainya kamu mengerti, sesungguhnya... Hati ini hanya menempatkan kamu sebagi penghuninya, Leila.
"Aku duluan ya Grey, ini rumahku, jadi besok kau kesini saja"
"Hmm... Baiklah"
Perih rasanya, ketika aku tahu aku harus berpisah dengannya.
"Take care Grey! see u tomorrow"
"See You leila!"
==w== Leila
Jadi barusan aku pulang dengan seseorang yang ku kagumi? Tidak mungkin, aku segera bercerita banyak kepada Eryn.
"Thanks Eryn!" aku akhirnya menutup pembicaraanku di telepon
"Hm, masalah kecil, jadi besok ia akan kerumahmu?"
"Of Course"
"Baiklah kalau begitu, silahkan atur napasmu yang sering bermasalah kalau ada dia"
"Aku menuruti saranmu Eryn, Byeee"
"Byeee"
Tidak lupa ku beritakan Kebahagiaanku kepada Jason, Sahabatku dari kecil
"Jasooooonnn" Aku menghambur keruang tamunya, ya rumahnya bersebelahan dengan rumahku.
"Kenapa Leila si anak manja?"
"huh" aku mendengus. aku memang sering ber-manja manja ria dengannya, karena dia sudah seperti kakaku sendiri, umurnya beda 1 tahun diatasku.
"I Came home with Greyson! I'm Very happy!!!!!!" aku langsung memeluk bantal yang ada di sofa
"Kok bisa? kamu ngebujuk dia pake cara manja juga ya? dia kan seniormu, hati-hati dilabrak lohh"
Jason menyebalkan sekali.
"Menyebalkan kau! besok dia akan kerumahku, melatih piano, you know?"
"Heh? Bukankah seharusnya Mrs. Kazy?"
"Yaaa, tapi dia sedang berlibur"
"Kalau begitu besok aku juga akan belajar bersamanya dong?"
Sial. aku lupa Soal Jason.
==w==
"Jasoooonnn, aku mohon jangan beritahukan hal ini padanya ya? kau kan orang baik"
"Ah, kau ini"
"Please Jasoooonnn"
Jason pun menanggapi dengan anggukan.
"Kau adalah orang yang paling baik!" Aku mencubit pipinya.
==w== Kamar Jason.
Jadi besok aku bertemu dengan Greyson? uuh, Okay.
Kita lihat saja permainan piano nya
==w== sekolah
"Eryn, tutupi aku ya, ada Alyssa dan Morgan"
"Apa? Siapa?"
"mereka orang yang suka sama Greyson"
"Kau yakin?"
"Iya"
...
"Kau Eryn ya? Teman dekatnya Leila bukan?" Lyssa angkat bicara.
"Dimana Leila? aku mau berkenalan nih" Sambung Morgan
"Uhm.. dia.. di..di..diaaa" Eryn tergagap.
"Ehh, itu dia, hai Leila, salam kenal" Alyssa mulai sok akrab.
Tampaknya dia melihat ponytail dari rambut Blonde milikku.
"Eh.. ha.. hai"Sapaku gugup.
"ku dengar, hari ini greyson akan kerumah mu ya?"
Tampaknya Alyssa lebih cerewet
"Iya, tapi.. hanya untuk mengajariku bermain piano kok" sahutku
"iya, gurunya leila gurunya greyson juga" Thanks Eryn, kau teman baikku!
"Tolong jangan ganggu pacarku ya, jaga dia baik-baik, udah sih gitu aja.. kamu tau kok akibatnya kalau kamu gangguin dia.. Bye" Alyssa dan Morgan pergi begitu saja
==w==
heh? jadi lyssa pacarnya greyson?
"Bener tuh katanya Lyssa?" tanya Eryn, aku menggeleng lemah. mendandakan ketidaktahuanku.
==w== 14.00 WIB.
"Leila! dimana Greyson? dia terlambattt" Jason! bisanya hanya menggerutu saja
"Sabar lah penggerutu, dia baru tahu rumahku kemarin"
"ohya?"
bel berbunyi. itu dia.
"Jason! dia datang"
..
"Hai Greyson"
"Halo Leila, ayo berlatih, itu siapa?" tanya greyson setelah melihat Jason.
"Jason, ohya kenalkan Jason ini greyson, greyson ini Jason"
==w== Greyson's pov
Jadi leila sudah memberikan hatinya untuk orang lain? Siapa dia? tampaknya harapanku cukup saja sampai disini.
Baiklah, aku harus bersikap biasa saja kepadanya, Meskipun hati ini masih berdetak untuknya, meskipun debaran jantung ini masih nakal saat dia ada didekatku, tidak sepantsnya aku mengharapkan dia, mengharapkan seseorang yang tidak mungkin untuk diharapkan, biarkan aku mulai belajar mengubur hati untuk Leila dalam-dalam. Biarkan aku tetap menjadi Pengangum rahasiamu, Leila.
==w== Leila
"Terimakasih untuk hari ini"
"iya baiklah, selamat melanjutkan latihannya ya Leila, Jason, aku pamit pulang dulu, Byeee"
"Bye Grey, Take care" sahutku.
"bye grey" sambung Jason.
Yup, Dad ku yang menghadiahkan nama itu untukku. Leila william, sedetik sebelum aku menangis ketika keluar dari rahim seorang super wonderwoman, Mom.
Hari ini hari pertama aku bersekolah di Senior high school untuk kelas 2, aku menunggu dalam waktu yang cukup lama untuk meneruskan ke jenjang ini, mengikuti peraturan Pendidikan di kota tempat aku mengirup napas pertama kali sampai sekarang..
"Good morning Eryn" aku menyapa teman ku yang baru aku kenal saat masuk sekolah ini.
"Morning Leila, are you ready for today?"
"Of course, how about you?"
"Too excited, selain karena aku bisa kembali bersekolah bertemu dengan pelajaran Ilmu alam favorite aku, aku bisa melihat senyum kepunyaan dia yang terukir jelas di hatiku" Sahut Eryn panjang lebar.
"Hm, Cody Simpson?"
"Tentu saja!"
Cody simpson adalah Senior kami yang menempati kelas 3-2 tepat di sebrang koridor kelas 2.
"Greyson" Eryn sedikit berbisik melihat senior yang ku kagumi lewat... Teman dari Cody Simpson
Aku memandang ke arah yang dimaksud oleh Eryn,
Melihat dia yang melintas di dekat balkon depan kelas 2-1 kelas tempatku berada.
Mendadak, jantungku berdetak tak beraturan, seperti nyeleneh dari tugasnya, darah ku mengalir berdesir melihat tatapan mata cokelatnya yang tajam, kedua mataku enggan berkedip saat dia melemparkan senyum ke.. ke arahku? YA! DIA TERSENYUM! KE ARAHKU!
1...2...3... Hati ini milik dia seutuhnya, sudah satu tahun aku menyatakan diri sebagai penggemar rahasia Greyson.
"Leila? La?" Ery mengguncang bahuku.
"Ehm" aku berdeham kecil
"kenapa ryn?"
"bengong?"
"Hehehe Greyson ryn... he can make me paralyzed when I Loo him"
Ryn hanya menggelengkan kepala.
===w===
Bel pulang sekolah berbunyi sebelum waktunya tiba, karena ini hari pertama masuk.
aku dan Eryn keluar kelas berbarengan
Dylla senior ku menepuk bahuku.
"Are you Leila?"
"Yes, what happen?" aku mengangguk bingung
"Greyson waiting for you now, anya itu, dia menunggumu dikantin, baiklah, aku duluan ya, bye"
"bye"
Aku diam.
"Greyson nungguin kamu tuh. cepat sana temuin" Eryn memecahkan keheningan.
"heh? yang benar saja"
"Tadikan Dylla bilang sendiri ke kamu"
"Accompany me please?"
"heh?Greyson not waiting me!"
"Please Ryn..."
sedetik kemudian ia mengangguk.
dari kejauhan aku melihat Greyson melambaikan tangannya ke arahku. aku berusaha mengatur napasku yang bermasalah saat aku melihatnya.
"Hello, Leila!"
"Hello Greyson, kenapa?"
"Kamu ikut Pelatihan Piano ya?" Tanya Greyson.
"Iya, bagaimana kau tahu?"
"Hm.. Aku memang jarang hadir, aku kan ikut pelatihan juga"
"Lalu kenapa?"
"Aku mau mengingatkanmu, besok datang lebih awal ya"
"Kenapa?" Tanyaku bingung.
"Mrs. Kazy sedang berlibur bersama keluarga nya, jadi aku yang menggantikan dia"
"Tapi, besok jadwalnya aku belajar dirumah Grey"
"Oh ya? Baiklah, dimana rumahmu?"
Aku memberikan alamat rumahku.
"Baiklah, besok aku datang ya!"
"Iya" aku senyum gugup, malu.
"Kau mau pulang ya? Mau ku antar?"
"Tidak usah, aku bersama teman ku kok"
"oh ya? dimana dia?"
"ada di depan"
"Biarkan aku antar ya? Anggap saja sebagai permohonan maaf karena menyuruhmy datang awal padahal besok kau latihan dirumah"
"bersama teman ku ya?"
"baiklah"
==w==
"Eryn! ini Greyson, Greyson ini Eryn"
mereka berkenalan.
"Tidak apakan aku pulang bersama kalian?"
"Maaf Grey, sepertinya aku tidak bisa, baru saja aku di hubungi kakaku, dia bilang akan kesini, jadi aku masih menunggunya, kalian duluan saja ya" Sahut Eryn.
Apa-apaan, kakak nya kan bekerja sampai sore
"Er?" aku bingung.
"ahh sudahlah kalian duluan saja, kalau kakak menjemputku aku bisa pulang"
"mmm.. tidak apa? baiklah" sahutku gugup.
"aku duluan ya Ryn, kamu hati-hati" sahutku
"aku juga duluan" sambung Greyson.
Saat jalan dan menoleh ke belakang, Eryn mengedipkan sebelah matanya, saat itu aku tahu maksud dia berkata akan dijemput kakaknya...
==w== Greyson's POV
Sulit ku percaya, aku bahkan Berjalan beriringan dengannya?Senyuman ini tidak bisa berhenti mengembang.
Perlahan aku menatap dia yang berjalan di smapingku. lagi-lagi... jantungku membuat ulah seperti meledekku.
"Rumahmu masih jauh tidak?"aku memulai percakapan.
"Tidak kok, masih kurang 5 menit lagi mungkin, kau lelah ya?"
aku menggeleng.
"Btw, Kamu suka bermain piano?"
"Suka sekali Grey! And you?"
Dia menjawab dengan Sinar mata yang kusukai, Warna Abu-abu dari Bola mata nya seakan menghipnotisku, membawa ku kedalam perasaan yang lebih dalam untuknya, aku sangat menyukaimu, Leila.
"Of course, Mereka adalah teman dan sahabat bagi jari-jariku, jiwaku seakan menyatu dengan melodi dari tuts hitam dan putihnya saat ku tekan"
"Indah ya.."sahutnya dengan senyum manis miliknya.
Seandainya kamu mengerti, sesungguhnya... Hati ini hanya menempatkan kamu sebagi penghuninya, Leila.
"Aku duluan ya Grey, ini rumahku, jadi besok kau kesini saja"
"Hmm... Baiklah"
Perih rasanya, ketika aku tahu aku harus berpisah dengannya.
"Take care Grey! see u tomorrow"
"See You leila!"
==w== Leila
Jadi barusan aku pulang dengan seseorang yang ku kagumi? Tidak mungkin, aku segera bercerita banyak kepada Eryn.
"Thanks Eryn!" aku akhirnya menutup pembicaraanku di telepon
"Hm, masalah kecil, jadi besok ia akan kerumahmu?"
"Of Course"
"Baiklah kalau begitu, silahkan atur napasmu yang sering bermasalah kalau ada dia"
"Aku menuruti saranmu Eryn, Byeee"
"Byeee"
Tidak lupa ku beritakan Kebahagiaanku kepada Jason, Sahabatku dari kecil
"Jasooooonnn" Aku menghambur keruang tamunya, ya rumahnya bersebelahan dengan rumahku.
"Kenapa Leila si anak manja?"
"huh" aku mendengus. aku memang sering ber-manja manja ria dengannya, karena dia sudah seperti kakaku sendiri, umurnya beda 1 tahun diatasku.
"I Came home with Greyson! I'm Very happy!!!!!!" aku langsung memeluk bantal yang ada di sofa
"Kok bisa? kamu ngebujuk dia pake cara manja juga ya? dia kan seniormu, hati-hati dilabrak lohh"
Jason menyebalkan sekali.
"Menyebalkan kau! besok dia akan kerumahku, melatih piano, you know?"
"Heh? Bukankah seharusnya Mrs. Kazy?"
"Yaaa, tapi dia sedang berlibur"
"Kalau begitu besok aku juga akan belajar bersamanya dong?"
Sial. aku lupa Soal Jason.
==w==
"Jasoooonnn, aku mohon jangan beritahukan hal ini padanya ya? kau kan orang baik"
"Ah, kau ini"
"Please Jasoooonnn"
Jason pun menanggapi dengan anggukan.
"Kau adalah orang yang paling baik!" Aku mencubit pipinya.
==w== Kamar Jason.
Jadi besok aku bertemu dengan Greyson? uuh, Okay.
Kita lihat saja permainan piano nya
==w== sekolah
"Eryn, tutupi aku ya, ada Alyssa dan Morgan"
"Apa? Siapa?"
"mereka orang yang suka sama Greyson"
"Kau yakin?"
"Iya"
...
"Kau Eryn ya? Teman dekatnya Leila bukan?" Lyssa angkat bicara.
"Dimana Leila? aku mau berkenalan nih" Sambung Morgan
"Uhm.. dia.. di..di..diaaa" Eryn tergagap.
"Ehh, itu dia, hai Leila, salam kenal" Alyssa mulai sok akrab.
Tampaknya dia melihat ponytail dari rambut Blonde milikku.
"Eh.. ha.. hai"Sapaku gugup.
"ku dengar, hari ini greyson akan kerumah mu ya?"
Tampaknya Alyssa lebih cerewet
"Iya, tapi.. hanya untuk mengajariku bermain piano kok" sahutku
"iya, gurunya leila gurunya greyson juga" Thanks Eryn, kau teman baikku!
"Tolong jangan ganggu pacarku ya, jaga dia baik-baik, udah sih gitu aja.. kamu tau kok akibatnya kalau kamu gangguin dia.. Bye" Alyssa dan Morgan pergi begitu saja
==w==
heh? jadi lyssa pacarnya greyson?
"Bener tuh katanya Lyssa?" tanya Eryn, aku menggeleng lemah. mendandakan ketidaktahuanku.
==w== 14.00 WIB.
"Leila! dimana Greyson? dia terlambattt" Jason! bisanya hanya menggerutu saja
"Sabar lah penggerutu, dia baru tahu rumahku kemarin"
"ohya?"
bel berbunyi. itu dia.
"Jason! dia datang"
..
"Hai Greyson"
"Halo Leila, ayo berlatih, itu siapa?" tanya greyson setelah melihat Jason.
"Jason, ohya kenalkan Jason ini greyson, greyson ini Jason"
==w== Greyson's pov
Jadi leila sudah memberikan hatinya untuk orang lain? Siapa dia? tampaknya harapanku cukup saja sampai disini.
Baiklah, aku harus bersikap biasa saja kepadanya, Meskipun hati ini masih berdetak untuknya, meskipun debaran jantung ini masih nakal saat dia ada didekatku, tidak sepantsnya aku mengharapkan dia, mengharapkan seseorang yang tidak mungkin untuk diharapkan, biarkan aku mulai belajar mengubur hati untuk Leila dalam-dalam. Biarkan aku tetap menjadi Pengangum rahasiamu, Leila.
==w== Leila
"Terimakasih untuk hari ini"
"iya baiklah, selamat melanjutkan latihannya ya Leila, Jason, aku pamit pulang dulu, Byeee"
"Bye Grey, Take care" sahutku.
"bye grey" sambung Jason.













