Selasa, 26 Maret 2013

Greyson Chance Fanfic: Secret admirer

Leila?
Yup, Dad ku yang menghadiahkan nama itu untukku. Leila william, sedetik sebelum aku menangis ketika keluar dari rahim seorang super wonderwoman, Mom.
Hari ini hari pertama aku bersekolah di Senior high school untuk kelas 2, aku menunggu dalam waktu yang cukup lama untuk meneruskan ke jenjang ini, mengikuti peraturan Pendidikan di kota tempat aku mengirup napas pertama kali sampai sekarang..

"Good morning Eryn" aku menyapa teman ku yang baru aku kenal saat masuk sekolah ini.
"Morning Leila, are you ready for today?"
"Of course, how about you?"
"Too excited, selain karena aku bisa kembali bersekolah bertemu dengan pelajaran Ilmu alam favorite aku, aku bisa melihat senyum kepunyaan dia yang terukir jelas di hatiku" Sahut Eryn panjang lebar.
"Hm, Cody Simpson?"
"Tentu saja!"
Cody simpson adalah Senior kami yang menempati kelas 3-2 tepat di sebrang koridor kelas 2.
"Greyson" Eryn sedikit berbisik melihat senior yang ku kagumi lewat... Teman dari Cody Simpson

Aku memandang ke arah yang dimaksud oleh Eryn,
Melihat dia yang melintas di dekat balkon depan kelas 2-1 kelas tempatku berada.
Mendadak, jantungku berdetak tak beraturan, seperti nyeleneh dari tugasnya, darah ku mengalir berdesir melihat tatapan mata cokelatnya yang tajam, kedua mataku enggan berkedip saat dia melemparkan senyum ke.. ke arahku? YA! DIA TERSENYUM! KE ARAHKU!
1...2...3... Hati ini milik dia seutuhnya, sudah satu tahun aku menyatakan diri sebagai penggemar rahasia Greyson.

"Leila? La?" Ery mengguncang bahuku.
"Ehm" aku berdeham kecil
"kenapa ryn?"
"bengong?"
"Hehehe Greyson ryn... he can make me paralyzed when I Loo him"
Ryn hanya menggelengkan kepala.

===w===

Bel pulang sekolah berbunyi sebelum waktunya tiba, karena ini hari pertama masuk.
aku dan Eryn keluar kelas berbarengan
Dylla senior ku menepuk bahuku.
"Are you Leila?"
"Yes, what happen?" aku mengangguk bingung
"Greyson waiting for you now, anya itu, dia menunggumu dikantin, baiklah, aku duluan ya, bye"
"bye"
Aku diam.
"Greyson nungguin kamu tuh. cepat sana temuin" Eryn memecahkan keheningan.
"heh? yang benar saja"
"Tadikan Dylla bilang sendiri ke kamu"
"Accompany me please?"
"heh?Greyson not waiting me!"
"Please Ryn..."

sedetik kemudian ia mengangguk.

dari kejauhan aku melihat Greyson melambaikan tangannya ke arahku. aku berusaha mengatur napasku yang bermasalah saat aku melihatnya.
"Hello, Leila!"
"Hello Greyson, kenapa?"
"Kamu ikut Pelatihan Piano ya?" Tanya Greyson.
"Iya, bagaimana kau tahu?"
"Hm.. Aku memang jarang hadir, aku kan ikut pelatihan juga"
"Lalu kenapa?"
"Aku mau mengingatkanmu, besok datang lebih awal ya"
"Kenapa?" Tanyaku bingung.
"Mrs. Kazy sedang berlibur bersama keluarga nya, jadi aku yang menggantikan dia"
"Tapi, besok jadwalnya aku belajar dirumah Grey"
"Oh ya? Baiklah, dimana rumahmu?"
Aku memberikan alamat rumahku.
"Baiklah, besok aku datang ya!"
"Iya" aku senyum gugup, malu.
"Kau mau pulang ya? Mau ku antar?"
"Tidak usah, aku bersama teman ku kok"
"oh ya? dimana dia?"
"ada di depan"
"Biarkan aku antar ya? Anggap saja sebagai permohonan maaf karena menyuruhmy datang awal padahal besok kau latihan dirumah"
"bersama teman ku ya?"
"baiklah"

==w==

 "Eryn! ini Greyson, Greyson ini Eryn"
mereka berkenalan.
"Tidak apakan aku pulang bersama kalian?"
"Maaf Grey, sepertinya aku tidak bisa, baru saja aku di hubungi kakaku, dia bilang akan kesini, jadi aku masih menunggunya, kalian duluan saja ya" Sahut Eryn.
Apa-apaan, kakak nya kan bekerja sampai sore
"Er?" aku bingung.
"ahh sudahlah kalian duluan saja, kalau kakak menjemputku aku bisa pulang"
"mmm.. tidak apa? baiklah" sahutku gugup.

"aku duluan ya Ryn, kamu hati-hati" sahutku
"aku juga duluan" sambung Greyson.
Saat jalan dan menoleh ke belakang, Eryn mengedipkan sebelah matanya, saat itu aku tahu maksud dia berkata akan dijemput kakaknya...

==w== Greyson's POV

Sulit ku percaya, aku bahkan Berjalan beriringan dengannya?Senyuman ini tidak bisa berhenti mengembang.
Perlahan aku menatap dia yang berjalan di smapingku. lagi-lagi... jantungku membuat ulah seperti meledekku.

"Rumahmu masih jauh tidak?"aku memulai percakapan.
"Tidak kok, masih kurang 5 menit lagi mungkin, kau lelah ya?"
aku menggeleng.
"Btw, Kamu suka bermain piano?"
"Suka sekali Grey! And you?"
Dia menjawab dengan Sinar mata yang kusukai, Warna Abu-abu dari Bola mata nya seakan menghipnotisku, membawa ku kedalam perasaan yang lebih dalam untuknya, aku sangat menyukaimu, Leila.
"Of course, Mereka adalah teman dan sahabat bagi jari-jariku, jiwaku seakan menyatu dengan melodi dari tuts hitam dan putihnya saat ku tekan"
"Indah ya.."sahutnya dengan senyum manis miliknya.

Seandainya kamu mengerti, sesungguhnya... Hati ini hanya menempatkan kamu sebagi penghuninya, Leila.

"Aku duluan ya Grey, ini rumahku, jadi besok kau kesini saja"
"Hmm... Baiklah"
Perih rasanya, ketika aku tahu aku harus berpisah dengannya.
"Take care Grey! see u tomorrow"
"See You leila!"

==w== Leila

Jadi barusan aku pulang dengan seseorang yang ku kagumi? Tidak mungkin, aku segera bercerita banyak kepada Eryn.
"Thanks Eryn!" aku akhirnya menutup pembicaraanku di telepon
"Hm, masalah kecil, jadi besok ia akan kerumahmu?"
"Of Course"
"Baiklah kalau begitu, silahkan atur napasmu yang sering bermasalah kalau ada dia"
"Aku menuruti saranmu Eryn, Byeee"
"Byeee"
Tidak lupa ku beritakan Kebahagiaanku kepada Jason, Sahabatku dari kecil
"Jasooooonnn" Aku menghambur keruang tamunya, ya rumahnya bersebelahan dengan rumahku.
"Kenapa Leila si anak manja?"
"huh" aku mendengus. aku memang sering ber-manja manja ria dengannya, karena dia sudah seperti kakaku sendiri, umurnya beda 1 tahun diatasku.
"I Came home with Greyson! I'm Very happy!!!!!!" aku langsung memeluk bantal yang ada di sofa
"Kok bisa? kamu ngebujuk dia pake cara manja juga ya? dia kan seniormu, hati-hati dilabrak lohh"
Jason menyebalkan sekali.
"Menyebalkan kau! besok dia akan kerumahku, melatih piano, you know?"
"Heh? Bukankah seharusnya Mrs. Kazy?"
"Yaaa, tapi dia sedang berlibur"
"Kalau begitu besok aku juga akan belajar bersamanya dong?"
Sial. aku lupa Soal Jason.

==w==

"Jasoooonnn, aku mohon jangan beritahukan hal ini padanya ya? kau kan orang baik"
"Ah, kau ini"
"Please Jasoooonnn"
Jason pun menanggapi dengan anggukan.
"Kau adalah orang yang paling baik!" Aku mencubit pipinya.

==w== Kamar Jason.

Jadi besok aku bertemu dengan Greyson? uuh, Okay.
Kita lihat saja permainan piano nya

==w== sekolah

"Eryn, tutupi aku ya, ada Alyssa dan Morgan"
"Apa? Siapa?"
"mereka orang yang suka sama Greyson"
"Kau yakin?"
"Iya"
...
"Kau Eryn ya? Teman dekatnya Leila bukan?" Lyssa angkat bicara.
"Dimana Leila? aku mau berkenalan nih" Sambung Morgan
"Uhm.. dia.. di..di..diaaa" Eryn tergagap.
"Ehh, itu dia, hai Leila, salam kenal" Alyssa mulai sok akrab.
Tampaknya dia melihat ponytail dari rambut Blonde milikku.
"Eh.. ha.. hai"Sapaku gugup.
"ku dengar, hari ini greyson akan kerumah mu ya?"
Tampaknya Alyssa lebih cerewet
"Iya, tapi.. hanya untuk mengajariku bermain piano kok" sahutku
"iya, gurunya leila gurunya greyson juga" Thanks Eryn, kau teman baikku!
"Tolong jangan ganggu pacarku ya, jaga dia baik-baik, udah sih gitu aja.. kamu tau kok akibatnya kalau kamu gangguin dia.. Bye" Alyssa dan Morgan pergi begitu saja

==w==

heh? jadi lyssa pacarnya greyson?
"Bener tuh katanya Lyssa?" tanya Eryn, aku menggeleng lemah. mendandakan ketidaktahuanku.

==w== 14.00 WIB.

"Leila! dimana Greyson? dia terlambattt" Jason! bisanya hanya menggerutu saja
"Sabar lah penggerutu, dia baru tahu rumahku kemarin"
"ohya?"
bel berbunyi. itu dia.
"Jason! dia datang"
..
"Hai Greyson"
"Halo Leila, ayo berlatih, itu siapa?" tanya greyson setelah melihat Jason.
"Jason, ohya kenalkan Jason ini greyson, greyson ini Jason"

==w== Greyson's pov

Jadi leila sudah memberikan hatinya untuk orang lain? Siapa dia? tampaknya harapanku cukup saja sampai disini.
Baiklah, aku harus bersikap biasa saja kepadanya, Meskipun hati ini masih berdetak untuknya, meskipun debaran jantung ini masih nakal saat dia ada didekatku, tidak sepantsnya aku mengharapkan dia, mengharapkan seseorang yang tidak mungkin untuk diharapkan, biarkan aku mulai belajar mengubur hati untuk Leila dalam-dalam. Biarkan aku tetap menjadi Pengangum rahasiamu, Leila.

==w== Leila

"Terimakasih untuk hari ini"
"iya baiklah, selamat melanjutkan latihannya ya Leila, Jason, aku pamit pulang dulu, Byeee"
"Bye Grey, Take care" sahutku.
"bye grey" sambung Jason.


Selasa, 19 Maret 2013

JKT48 FanFic : Two years later

'kling kling kliiiing'
Gelang yang sudah lama ku kenakan di pergelangan tangan ku terjatuh dengan sendirinya, tepat ketika melihat Inbox e-mail milikku dari dia.

*Besok, aku mau ketemu kamu, di tempat biasa*

E-mail mendadak itu seperti tidak mempunyai salah apapun, entah kenapa kamu selalu saja begitu, acuh memperlakukan aku.

aku meraih handphone genggam ku yang ku letakkan tidak jauh dari laptop tempat aku membaca e-mail tadi, menekan nomor-nomor di keypad nya yang berjejer rapih.
"Halo? shania? kenapa?"
"Halo, Hana? dia muncul lagi nih, baru aja aku dapet e-mail dari dia, katanya dia besok mau ketemu, males banget! mendadak banget" aku menceritakan hal itu to the point
"Loh, bukannya bagus ya? berarti dia ada insiatif buat ketemu kamu, mungkin ada hal penting yang mau dia omongin ke kamu"
"Ah, udahlah han, aku udah benci banget sama dia"
"Coba aja dulu Shan, mungkin kali ini dia mau seriusin sesuatu sama kamu"
"gaktau deh Han, aku benci dia! dia tuh nggak pernah bisa di percaya"
"Bukan gak bisa di percaya Shan, kamu nya yang nggak pernah ngasih dia kesempatan untuk mempercayai dia"
"Ahhh terus aku bales apa nih han? iya? atau nggak bisa?"
"Terserah kamu shan"

-www-

"Konnichiwa Hannachan, Lihat Shania?"
"Konnichiwa Ayu, nggak tuh, aku juga baru masuk kelas soalnya, kenapa?"
"Ini, tadi ada yang ngasih aku surat, tapi disuruh kasih ke Shania"
"Hai Ayu! Hai Hanna! kenapa nih?"
"Eh Shania, nih Ayu nyariin kamu"
"Konnichia Shania! nih ada surat buat mu"
Tidak perlui ditebak. aku sudah tau Pengirimnya! Genji! Seseorang pemilik jari manis ku
"Mmm, Arigato Ayu"
"Oke Shan, aku balik dulu ya ke Kelas!"
"Sip"

"Shan, gimana Tentang Refi?" Hanna memulai percakapan
"Aku bilang gak bisa, lagian aku males banget ngeliat muka melasnya, minta kesempatan, nyatanya nyakitin aku"
"Haha, terserah kamu deh Shan"

-www- Istirahat

"Shan! kamu dapet kiriman nih"
Sonya menyodorkan kotak bersampul cokelat kepada ku
"Dari siapa Nya?"
"Tau tuh, katanya sih namanya Re..re..refi!"
"oh, makasih nya"
"iya, sama-sama"

Aku mencolek Hanna yang asyik dengan gadget nya
"Han, dapet dari Refi nih"
"Buka aja"

Aku pun membuka kotak itu.
Surat.

Shan, sorry aku jadi kirim nya pake surat gini, soalnya e-mail aku belum dibalas sama kamu, 
aku bener-bener pengen ketemu kamu, aku mau ngomong sesuatu sama kamu, iya, tentang waktu itu,
aku masih bingung Shan, aku salah, aku tau kok.Balas e-mail ku ya. 
Refi.

"Shania Juniantha , kayaknya dia niat banget tuh mau ketemu lo! percaya deh sama gue! apa perlu gue anter?"
"mmm... iya deh Han, gue pinjem Handphone lo dong, mau bales e-mailnya"
"nih"

Iya. besok kita ketemu. disini.

Di halaman belakang sekolah, Lapangan Volly.

-www- besok-

"Shan, sorry ya, waktu itu.. aku nggak maksud nyakitin kamu." Refi embuka pembicaraannya
"Nggak maksud? terus? semua harapan-harapan yang kamu bilang ke aku mana? kamu bilang, kamu bakal ngejauhin Ransa, dia itu nyakitin kamu Ref! kamu sadar gak si? sekarang semuanya terlambat, aku udah nggak berphiak lagi sama kamu"
"Maksud kamu apa Shan? Maaf shan, sekali lagi maaf, Kamu juga waktu itu nggak ngasih aku kesempatan untuk ngomong kan? aku juga sadar kok kalo misalnya Dia nyakitin aku, cuma aku nggak mau nyakitin dia Shan, waktu it dia sakit parah, dan waktunya nggak lama lagi, akhirnya aku harus ngebuat dia bahagia deh Shan, maaf ya"

Maafkanlah Tuhan, ampunilah diriku ini yang tidak percayakan cinta Aku adalah wanita yang jahat, ah.

"Refi.. Waktu itu terlalu kejam ya"
"Maaf Shan, aku bodoh banget waktu itu"

Tapi pada jari manisku ada seseorang yang baru Sudah tak bisa kembali ke masa itu...ah

"Aku yang jahat Ref, aku nggak pernah ngasih kamu kesempatan buat ngomong sama sekali ya, mulai sekarang kita temenan lagi ya?"
"Tapi? Shan?"
"Mending kamu tanya Hanna"

Hanna pun menjelaskan, siapa aku yang sekarang.

"Makasih Han, makasih udah ngejelasin semuanya, tapi... Sekali lagi aku minta maaf Shan sama kamu"
"Kamu gak perlu minta maaf, ini semua cuma soal salah paham, dan ke egoisan aku, aku yang harusnya minta maaf sama kamu"

"Jadi, kita damai nih?" Refi menyodorkan kelingkingnya.
"Iya, kita akan terus berteman seperti ini ya, janji" ucapku sambil menyambut dan mengaitkan jari kelingkingku.

Sabtu, 09 Maret 2013

Justin Bieber - Right Here Lyrics Ft. Drake


Baby, I'm here, I'm here to stay I ain't going nowhere
I know you're scared cause you've been hurt. Baby, it's alright
Lost in your eyes every time that you look in mine, I promise to be all that you need
I won't leave you, baby. No, cause I just wanna love you
I would never ever put nobody up above you
I just wanna kiss you baby, I just wanna hug you till the end, baby till the end

And I'm right here, ain't nobody gotta hold you
Cause I'm right here, ain't nobody gon' control you
Cause I'm right, right here
I'm right here, I'm right here, I'm right here, I'm right here

Right here, right here, yeah
Right here, right here, yeah

Drake:
Say you'll be mine, say we'll be fine say we'll be together
Selfish of me to ask since I be the reason we don't last forever
Wish that you knew all that I do to make this thing go right
Promise to be all that you need
I won't leave you, baby. No cause I just wanna love you
I would never ever put nobody else above you
I just wanna kiss you baby, I just wanna hug you till the end, baby till the end

And I'm right here, ain't nobody gotta hold you
Cause I'm right here, ain't nobody gon' control you
Cause I'm right, right here

I'm right here, I'm right here, I'm right here, I'm right here

Right here, right here, yeah
Right here, right here, yeah

Drake:
And I say, good girl got her mind right she been raised right, being patient, I know you waiting
Waiting on a good thing, when the time's right you should let me get to know you, baby

I just wanna put it on you
If you want to, baby, tell me what you gon' do, girl
I can make you feel perfect, girl you're worth it
I just need to see you work it, girl

And I'm right here, ain't nobody gotta hold you
Cause I'm right here, ain't nobody gon' control you
Cause I'm right, right here

I'm right here, I'm right here, I'm right here, I'm right here


Right here, right here, yeah
Right here, right here, yeah
Right here, right here, yeah, yeah, yeah, oh, oh, yeah

Kamu, yang seharusnya tau semua.




Kamis, 07 Maret 2013

Nothing Like Us - Justin Bieber Lyrics


Lately I've been thinkin', Thinkin' bout what we had,
I know it was hard, It was all that we knew, yeah

Have you been drinkin' To take all the pain away?
I wish that I could give you what you deserve

'Cause nothing can ever, Ever replace you.
Nothing can make me feel like you do, yeah.
You know there's no one I can relate to.
And know we won't find a love that's so true

There's nothing like us,
There's nothing like you and me,
Together through the storm.
There's nothing like us,
There's nothing like you and me,
Together, oh

I gave you everything, baby, Everything I had to give.
Girl, why would you push me away, yeah?
Lost in confusion, Like an illusion,
You know I'm used to making your day

But that is the past now, We didn't last now,
I guess that this is meant to be, yeah
Tell me, was it worth it? We were so perfect.
But, baby, I just want you to see

There's nothing like us,
There's nothing like you and me,
Together through the storm.
There's nothing like us,
There's nothing like you and me,
Together, oh

There's nothing like us,
There's nothing like you and me,
Together through the storm.
There's nothing like us,
There's nothing like you and me,
Together, oh.

Selalu akan ada kebahagiaan dalam hidup

Do ya believe with the tittle? I beliveive, sometimes.
But I Believe if someday God Will give the happines for you, but we don't know when, because God have the best plan for his followers, Percaya? I do Believe! 

sometimes God will give you 

Day

Karena Dia tau kamu pantes untuk dapet Hari-hari yang Indah, Because God knows when the right time comes for you, because God Knows everything about you, bahkan segala sesuatu yang kamu nggak tau tentng diri kamu, God Knows.

You Guys know if God is Very fair, everyone know.
So if God Gives you a worst day, there's a beautiful day, Just Believe in Your heart!

The Important thing you must do to get the happiness or a beautiful day is...

SMILE



Karena senyuman adalah lengkungan yang melurukan masalah,
Karena senyuman terlihat indah jika terukir di wajah kalian, seberat apapun masalah atau hidup yang kalian hadapi, 
kalian harus tetap tersenyum*halah

yaaa, meskipun terkadang yang namanya tersenyum itu juga terasa berat, tapi Yakinlah If God Will give you best!







Thankya :)

Rabu, 06 Maret 2013

My Favorite One


My previous post

Sorry,

Saya nggak lagi kesel sama siapa-siapa kok, cuma sekedar inspirasi buat posting aja di blog,
ngepost tentang haters, bukan berarti saya lagi ada masalah^^
saya bahkan nggak tau haters saya itu siapa,

Nggak semua yang saya tulis itu mengenai saya, dan nggak semua yang saya tulis itu mengenai orang lain,
saya bilang nggak semua ya, jadi mungkin ada yang beberapa? seperti, terinspirasi dari teman-teman saya?
tapi kan itu hanya terinspirasi bukan menceritakan mereka, atau pun kalian,
dan juga tidak semua yang kalian baca itu menceritakan kalian, mungkin mirip atau terinspirasi  iya,
just keep positive thinking guys! it's about my world, your world^^


Thanks for your understanding :)

Haters will hate just do what you want

Haters, they hate you just because you're not fake.
they hate you because you can do something better than them, they hating on you because you original!

and this one special for you, our haters


Quote of today


Actually, Life is just like riding a bicycle if you don't want to fall and hit the ground,
you can't look back, just staring what will happen in front of you :) - Me

Minggu, 03 Maret 2013

JKT48 FanFiction: Ekor Malaikat.

"Gab! ayok ke lapangan basket!!"
seseorang dengan semangatnya mengajakku ke Lapangan basket
"sssst, jangan berisik, ini perpus ay,lagian mau ngapain? abis ini kita ujian fisika, aku mau disini aja"
"Dia lagi main tau"
kali ini ayana merendahkan intonasi suaranya, seperti berbisik.
"ah, serius kamu? bukannya dia jagoan futsal?"
"kamu ketinggalan berita banget sih Gab, dia juga jago main basket, ayo, mendingan kita liat langsung deh, dia jagoannya Three Point!"
hm.. aku menimbang-nimbang, semenit kemudian aku dan Ayana melesat ke lapangan basket.

"Ayana! iya dia beneran jago basket ya?keren banget!"
aku tersenyum melihat sang Adam pujaanku memasukkan Basket ke Ring dengan gaya Three Points (yang katanya dia pintar menggunakannya)
"nggak percuma kamu dateng kesini gab!"
"iya ay, malahan aku berharap abis ini free time dan kosong dari ujian Fisika yang bikin mumet"

"Gaby, ayana!"
itu suara beby, si jago matematika.

"hei beb!" sahutku dan ayana berbarengan.

"Aku tau, kamu pasti lagi ngedukung dia kan, Gab? bener nggak ay?" tanya Beby sambil melirik ke dia, jagoan basketku.

Ayana mengangguk.

"ssst, diem deh nanti kalau ada orang lain yang tau gimana?"
"ups, maaf Gab"

Peluit panjang berbunyi, pertanda pertandingan berakhir.

"Congrats ya Gab, jagoan kamu menang tuh, mau ngasih ucapan ke dia nggak?"
Ayana menawari ku.

"hehe, nggak ah ay, malu, kamu aja sama beby disana, aku nunggu disini aja"
"Bener nih gab? yakin nggak nyesel? ini kesempatan bagus loh, ikut aja yuk!" ajak beby.
"nggak beb, aku disini aja"

Beby dan Ayana pergi untuk mengucapkan selamat kepadanya. dan aku menunggu mereka disini, mataku mengekori sosoknya, sosok yang tinggi, keren, yang mungkin tidak mengetahui seseorang disini sedang memandangnya

Jika kau sadar akan pandanganku pada dirimu, Jantungku pun berdegup kencang dan akan meledak


"Gaby! ayo balik ke kelas, kita udah ngucapin nih, rame banget disana, kita hampir aja di kacangin sama Adit"
"hehehe, makanya aku nggak mau ikut, aku takut"
"Gab Gab, aneh banget sih kamu"sahut ayana.
"yaudah yuk ke kelas, abis ini kita ujian Fisika"
"yuk"
=======================================================================

bel pelajaran terakhir pun berbunyi aku berlari menembus kerumunan manusia yang menjadi lautan didepan kelasku,
berenang mencari jalan keluar agar sampai ke gerbang paling cepat, hanya untuk melihatnya.

"Ayana, lihat Gaby?"
"Nggak, aku juga lagi cari dia, tapi udah keburu kabur, kenapa Rena?"
"Buku Gaby tertinggal di atas mejanya, aku ingin kembalikan, atau bisa minta tolong kamu?"
"boleh, nanti kalau aku bertemu, ku sampaikan ya"
"iya, terimakasih ayana"
"sama-sama Rena"

"Gaby! nih"
Shania menyodorkan pulpen yang ada di genggamannya kepadaku, hm. Sepertinya aku kenal.
"Gab! kok bengong sih? Ini pulpen lo, tadi lo lari dari kelas gue liat ini jatoh dari tempat minum lo"
"ohiya, makasih ya Shan! belom pulang?"
"sama-sama, tuh gue udah dijemput, lo sendir?lagi nungguin Adit ya?"
"Shaniaaa,lo frontal banget sih" aku berbisik.
"hehe sorry gab, gue duluan ya, bye!"
"bye"

Adit! itu dia! membawa tas selempang yang sewarna denganku, cokelat.
"Gaby, Adit tuh!"
itu... suara Ayana,
ku cubit saja pipinya,
"ayana bisa nggak diam? nanti kalau kedengeran kakak kelas yg lain gimana?"
"ehehehe, maaf gab, abisnya kamu aku cari-cari daritadi, ohiya nih buku dari rena"
"duh, makasih ya aku nggak ingat!"
"ah, yang kamu ingat mah Adit doang"
oi ya, adit, kemana dia?

Cinta bagaikan ekor malaikat yang nakal, Kabur dengan lembut tak tahu kemana

itu dia!  ehm. dia, dan seorang cewek disampingnya, yap aku kenal sekali, itu kak Melody, kakak kelasku, teman dekatnya Adit.

Karenanya aku berpura-pura tidak suka, dan aku pun menjadi bersikap dingin.



"hai gab, udah lama nggak ketemu kamu, gimana ekskul musik?masih jalan?" kak melody menyapaku
perhatianku terpusat pada Adit, yang lagi-lagi menghilang di kerumunan manusia.

Cinta bagaikan ekor malaikat yang plin plan, gerak kesana-sini susah ku tangkap.

"hai kak imel, masih kak"
aku berusaha menahan intonasi suaraku agar tidak terdengar seperti jealous atau envy, atau apapun, bagaimanapun, aku tidak berhak.
"yaudah kalo gitu, Aku balik duluan ya gab!"
"iya ka, hati-hati"

aku melihat Melody memunggungi ku, melakukan pekerjaan yang sama sepertiku: mencari Adit.
dan yap! ketemu.....

Mengapa perasaanku jadi berat begini, Ku ingin bertanya pada awan putih.


"Sabar ya gab!"
ayana mengelus pundakku
"biasa aja Ay, kenapa harus sabar sih? Adit bukan siapa-siapa gue kok!" haha.
"Suatu hari adit pasti akan sadar Gab
"hm.. udahlah ay, gausah dipikirin, pulang yuk?"
"ayuk"

Suatu hari arah angin akan berubah, Hingga kebetulan kau lihat kesini, 
ku akan menunggu di tempat ini
Hingga keajaiban munculnya Pelangi.