Kamis, 07 Februari 2013

The Son Asked His father for some money

The man came home from work late again. He felt very tired, his 5 year old son waited for him at the door
Then the boy asked
"Daddy, May I ask you a question?"
"Yeah, sure, what is it?" replied dad.
"Daddy how much money do you make an hour?"
"That's none of your business! what makes you ask such a thing?" daddy said angrily
"I just want to know. please tell me, how much do you make an hour?"Ppleaded the little boy.
"If you must know, i make $20.00 an hour"
"oh" the little boy replied, head bowed, Looking up he said "daddy, may i borrow $10.00 please?"
"if the only reason you wanted to know how much money i make is just so you can borrow some to buy a silly toy or some other nonsesnse, then you'd better go to your room and go to bed, Think about why you';re being selfis. i work long, hard hours everyday and don't have time for such childish game" Daddy said very angry,
The little boy quietly went to his room and shut the door.

after an hour or so, the man had calmed down, and started ti think he may have been a little hard on his son. The man went to the door of the little boy's room and opened the door
"Are you asleep son?"he asked
"No daddy, i'am awake" replied the boy
"I've been thinking, maybe i was to hard on you aerlier, it's been a long day and i am very tired and say something rude yto you, here's that $10.00 you asked for"
The little boy sat straight up , beaming,
"Oh thank you daddyy!" the boy yelled.

Then, reacing under his pillow, he pulled out some more money, The man knowing the boy already had money, started to get angry again.
The little boy slowly counted out his money then looked up at daddy.

"Why did you want more money if you already had some?" the father grumbled.
"because i didn't have enough, but now i do" the little boy replied.
"daddy, i have $20.00 now, can i buy an hour of your time?"

the man couldn't speak for a moment and finally realized his mistakes. he spent too much time to work.
He did't have much time for his son with eyes full of tears, he hugged his on and asked forgiveness.

Children need not only money, but also time to share.

Selasa, 05 Februari 2013

Waiting Outside The Lines. (Short Story)

"You never enjoy your life livin' inside the box you so afraid of takin' chances how you gonna reach the top?"
Alunan musik dan suara Merdu milik seorang pria tampan mengalun perlahan di telingaku,
sebuah lagu Dari Greyson Michael Chance, Seseorang yang menjadi Inspirasi ku,seseorang yang berbagi kisah hidupnya dengan kami, Enchancer, Seseorang yang tidak suka terhadap kekerasan atau bullying.

"Hey, are you day dreaming?"
"No, I'm not"
"Do you thinking about Greyson?"
Aku mengangguk Lesu.
"Alea, Greyson is Very Impossible for you, Gak mungkin kamu bisa kenal dia, dia aja bahkan nggak kenal kamu, dia bahkan nggak tau kalo kamu ada"
"vi..."
"Maaf al, nggak maksud.." Silvi merasa bersalah
"Nggak kok, but what you said is right, Greyson doesn't know i'm exist"
"nggak gitu al, maksud aku, Ngapain sih kamu setiap jam istirahat ngelamun terus mikirin Greyson,Baru dateng ke sekolah, duduk dibangku mikirin Greyson setiap jalan pulang, ngelamun terus mikirin Greyson, sebentar-sebentar Greyson, bahkan headphone yang lagi kamu pasang pasti lagi mainin lagunya Greyson" Selak Silvi panjang lebar
"hahahahahahahahaha kamu salah vi, Aku..."
"kamu lagi mengapresiasi karya-karya nya dia?"
"iya,hehe.."
"Alea, denger ya, kamu tuh selalu aja kayak gitu, kamu selalu nunggu dia, kamu selalu waiting outside the lines, tanpa pernah ngelakuin apapun, kamu terlalu takut untuk mencapai sesuatu Al, kamu diem aja, gimana kamu mau ketemu? gimana kamu mau dateng ke Konser nya Grey?makanya mending kamu ngelakuin hal berguna dulu, baru kmau tunjukkin ke semua orang kalau Greyson harus tau kamu ada.."
"Hehe, gitu ya Vi? okedeh, selama ini aku memang terlalu Waiting Outside The Lines ya?.. Hm, Mulai sekarang aku akan coba ikutin saran kamu, Makasih Vi"

I'm here to help you notice the rainbow Cause I know, What's in you is out there.



Senin, 04 Februari 2013

Manusia di dunia ini bukan cuma lo.

"Putri!"

Seseorang meneriakkan namaku, ya akulah pemilik nama itu.
Dan pemilik suara itu, aku tau siapa orangnya!
"Hei Jeng! Kenapa?"
"Sebentar lagi mau ada lomba Drama nih! Ikut yuk?"
Ajeng, temanku di kelas dan sekolah baruku ini,
ya aku adalah siswi kelas 10 diSMU Global Persada internasional,
Ajeng adalah salah satu penggila Drama, sama sepertiku.

"Lomba drama?Lo tau darimana?"
"Tadi gue baca di Mading Kalo gak percaya mending lo liat deh"
"Siapa yang ngadain?"
"yaudah deh biar detail liat di mading aja yuk"
"yaudah deh, yuk"

 For Celebrating the 45th anniversary of school
We Are From 'Drama' 's club will present a 
Musical Drama.
We Need 30 Others from You guys!
Let's Join Us ,
Meet: Sendi 
on: Monday-Thursday: 13.00-15.00
We pick best, It would be great With you guys! 
Thanks for your participants

"Gila lo Jeng! Ini untuk Ulangtahun sekolah kan?"
"Iya Put, Seru kan?Gabung yuk"
"emang lo kira saingannya sedikit?gak mungkin jeng, pasti banyak kelas 11 dan 12 yang tertarik ikut,secara lo tau sendiri how big this event!"
"ya tapi kan kita gaboleh pesimis dulu puttttt, lagian kenapa sih kelas 10 di semester masih belom boleh ikut ekskul ini?"
"mana gue tau" sahutku sambil mengangkat bahu

"Gue tau kenapa"
sahut suara manis itu, ya benar sekali, suara Sendi, Sekertaris dari Club Drama, anak kelas 11 IPS-2
kami terdiam.
"kalian tuh masih terlalu labil untuk ikut yang beginian! jadi kalaupun kalian mau gabung, kemungkinan diterimanya tipis banget, selamat bermimpi deh ya kalau mau diterima~ bye"

huh. angkuh sekali.

"Sok banget lu jadi orang! lagian siapa juga yang pengen ikut acara kayak gitu?!"
aku berteriak.
"Cukup put, gue mau! ntar gue jadi gak bisa keterima! lu kenapa sih? bukannya lu juga suka Drama ya?
dari dulu lo selalu ikut kalau ada pementasan drama"
"dulu Jeng, semenjak detik dimana dia ngucapin kalimat itu, gue jadi ilfeel pengen ikut club drama"
"Gaboleh gitu put! jangan gara-gara haters, mimpi lo jadi terhalang justru harusnya lo buktiin ke dia kalau misalnya lo mampu!"
Ajeng terduduk.


"hmm jadi gue salah nih Jeng?"
Aku mendapat sebuah anggukan dari Ajeng.

"Maaf ya, okedeh kalau gitu, gue ikut. gue yakin gue bisa bangkit, gue yakin gue bisa kalau gue mau, gak peduli siapa dia, walaupun kemungkinannya emang kecil banget"
"Lo percaya kata-kata dia put?"
ajeng berbicara serius kali ini
dan aku balas dengan anggukan yang penuh keraguan.
"Bodoh! Memangnya dia siapa?"
"Dia itu sekertaris Club besar itu Jeng! cantik, eksis! banyak yang kenal dan pasti banyak yang dukung!"
"Gak selalu yang cantik&eksis bisa menang Put!"
"masa sih?terus,kenapa dia bisa jadi sekertaris?emang selama ini lo udah pernah liat prestasi dia di club itu?"
"belumsih.. tapi gue yakin, keadilan emang selalu membela yang benar kok, lo tau kan? Dimana aja Yang namanya Jagoan itu selalu dateng terakhir put, Senin besok kita daftar, gue gak mau tau, pokoknya lo harus ikut, gue kenal elo bukan sehari-2hari yang lalu put, gue tau lo bukan cuma nama, gue tau lo&hati lo,kita udah sahabatn lebih dari 10tahun, masih mau ngebohongin gue?atau lo masih mau gak percaya sama gue?"

"Iya Jeng, gue ikut!" aku memantapkan diriku.

Ajeng memelukku, aku membalas pelukan hangat itu.

Senin, 30 Oktober.
"Kak, saya mau daftar" Ajeng memberanikan diri memasuki ruang Club tersebut.
"Ohhh Anak baru belagu mau ikut ya?" Sahut Sendi
"Kak, saya kesini mau daftar, bukan untuk cari ribut, maaf kak jangan cari gara-gara duluan, jangan manfaatin kedudukan kaka untuk ngebully kita"balas Ajeng.
"Oh, oke siapa nama lo?"
"Ajeng Kirana"
"Lo,anak jangkung, siapa nama lo?"
Sendi mengarahkan pandangannya ke arahku
"Sorry, lo emang belum tau nama gue, tapi bisa gak lu sopan sedikit?semena-mena lu ya!"
"Lo bisa gak sopan sama senior lo?"
"Lo gila Hormat ya?"

"CUKUP!"Ajeng melerai.

"Gue Putri Diana"
"Gitu kan gampang put" kata Ajeng,
"oke, kalian gue terima sebagai peserta, testnya Sabtu pagi jam 8, gaada telat" kata sendi sinis
"Yaudah kak, maaf ya tadi sempet bikin keributan kecil, kita permisi dulu"Sambung ajeng

"Ya" jawaban judes itu keluar lagi dari mulut Sendi, minta dihajar banget!


Sabtu,4 November

Aula SMU Global Persada internasional, pukul 08.00 pagi.
Seorang cowok berjambul lumayan keren, berdiri diatas Podium yang biasa digunain sama kepala Sekolah/guru buat nyampein amanat atau apapun~
"Yaudah, semuanya udah pada ngumpul kan? oke kalo gitu, kenalin nama gue..."
"Sorry Dik gue telat!" suara seorang perempuan menyahut dari luar ruangan yang kemudian memasuki ruangan ini.
Huh Sendi. Bilangnya jangan telat, tapi apa? Plinplan.

"Plinplan lo ka!"
aku berteriak.
"Put! gila lo ya? mau gak lulus test?mau gak ikut Drama?"
"Di Dunia ini yang manusia tuh bukan cuma dia Jeng!"

"Siapa tuh yang barusan ngomong?buat gue?pengecut lu beraninya dari belakang!"
Duh, Sendi gila, teriak-teriakan.

"Sorry kak, itu tadi buat saya"
Lagi-lagi Ajeng jadi Pahlawan.

"Udah udah cukup, mending kita lanjutin aja, Sendi, lo urus bagian kostum, sana cepet!"
"i..iya dik"

"Oke,lanjut ya, jadi buat lo yang belum kenal gue, kenalin nama gue Andika, gue kelas 12- IPA2. Jabatan gue disini Ketua, yup gue ketua dari Club Drama, dan pementasan kali ini, Club kita butuh 30 orang, seperti yang tertulis di brosur, daaaan dari data yang diserahin ke gue, tercatat ada 150 orang yang minat, kalian minat kan?maka dari itu, kami dari Club Drama, sengaja memilih, karena ini ruangannya gak cukup kalau dipake untuk 150 orang, dan seperti kalian tau, pendaftaran di tutup hari Selasa kemarin, gak jadi sampai kamis, jadi yang terdaftar hanya 50 orang, 100 nya lagi udah di disc dengan alasan keterlambatan mendaftar, Jelas?jadi nanti lo semua bakal di test sama Gue sendiri, dan anggota club yang lain, silakan diliat siapa yang bakal ngetest kalian di daftar yang udah di pasang di pintu, thanks, ada pertanyaan?"

"Saya kak" Ariaty, aku gak begitu akrab sama dia, tapi aku kenal, dia kelas sebelah. kelas x dan berani?wow.
"iya, siapa?"
"Saya Ariaty ka, dari kelas X, kenapa pendaftarannya ditutup secara mendadak kak?"
"kita nggak nutup pendaftaran itu secara mendadak, tapi memang senin sore kemarin udah ada perubahan, dan ditutup hari selasa, mungkin lo belum liat Mading ya? Mending nanti lo liat deh ya"
"oh..iya kak, makasih"

Andika cuma ngangguk doang, keren sih, hehe.

"Ariaty, Anak X-3 ya?" Aku menegurnya
"Iya hehe, kenapa? maaf, lo siapa ya?"
"kenalin, gue Putri, anak X-2"
"ohh, kenapa put?"
"gapapa, salam kenal ya"
"iya put, seneng bisa kenal lo" dia tersenyum, cantik.


"Lo ditest sama siapa Jeng?"
"..........." gak ada jawaban,
"Jeng, i say lo ditest sama siapa?"
"s...s...sama.... Sendi,tapi dia ditemenin sama anak club yang lain, Intan."
"kok nervous gitu sih jeng?Optimis dong ah! kan elo yang ngajarin gue supaya optimis, satu yang harus lo inget, 'manusia di dunia ini bukan cuma sendi' berdua gini kan?lagian gue juga yakin kok suaranya dia masih kecil dibanding senior-senior yang lain, semangat ya jeng!, btw gue mau cari gue dulu ya"
Ajeng mengangguk lesu

Putri Diana: X-2 : Andika

Mimpi apaan nih?dapet test sama Andika?yipiiiiy!
"Jeng!!!!!!! gue di test sama ka Andika!"
"cie cie, gbetan baru?"
"enggaklah! gue tetep aja ngefansnya sama Kemal Palevi:p"
"iyaudah deh iya, kita pisah dong put?"
"gak seru nih, pasti ulahnya.."
"Sendi" sahut ajeng.

"Yaudah see you jam 12 nanti ya Jeng!Goodluck"
"See you put! goodluck too"

"Hey, putri, lo disini?"
"Eh Ariaty, iya lo juga sama ka Andika?"
"Iya nih, padahal gue maunya sama Ka Fauzi, btw jangan panggil gue Ariaty, panggil aja Ari"
"Oke, i call you Ari, kenapa emang?"
"yaa soalnya dari pembawaannya asik aja, seru anaknya, gak nyangka bisa satu tempat test sama lo put"
"iyaya ri, nomer berapa?"
"19, lo?"
"10, yah beda 9, okedeh semoga beruntung ya.."
"lo juga ya put!" lagi-lagi ari menyertakan senyumnya yang indah.

"Putri Diana, Ada gak?"Suara bass milik Andika terdengar di gendang telingaku
"saya ka"
"sini"

====================================================
"Lo yakin mau ikut acara Ulangtahun sekolah ini?"
"yakin lah kak,saya suka drama,saya juga emang minat banget. kalo nggak, ngapain saya daftar?"
"haha, pertanyaan tak berbobot milik gue, kenapa lo jawab serius?"
"karena saya ikut ini serius kak, bukan karena ikut-ikutan doang!"
"oke, tunjukkin kalo lo bisa!"

Akupun menunjukkan kemampuan ku bermain Drama, yaaa
orangtua ku keduanya bertemu saat pementasan Drama di SMA mereka, Ayah ku seorang Senior yang mengurus Drama, dan ibu ku seorang junior yang mati-matian ingin bergabung bersama di Club.

"Lo Jahat banget ya! Tega lo! Selama ini lo tuh udah gue anggep sahabat tau gak? Lo sendiri kan yang bilang ke gue kalo kita juga udah lama sahabatan! tapi kenapa akhirnya malah kayak gini? kenapa lo selalu pergi disaat gue butuh lo! apa lo gila?giliran lo butuh apapun, lo dateng ke gue! terus aja manfaatin gue! terus!.. udah kak"
"Good,pengumumannya Senin besok ya Put" Ka Andika Tersenyum..
"Makasih ka" Aku membalas senyum manis miliknya, dengans senyumanku.
====================================================

"Ajeng Kirana"
"Saya ka"
"untung aja lo gak sama temen lo ya di ruangan ini"
"udah deh kak, saya kesini mau main drama, kaka tuhya kayaknya seneng banget cari ribut duluan deh, saya tau saya emang junior ka, tapi kaka sadar gak?setelah lkaka lulus dari SMU ini kaka juga bakalan jadi Junior lagi di Kampus yang kaka daftar! Karma is on working kak, be careful"
"Cara lo main drama keren jeng" Intan menyahut.
"eh kak, saya belum mulai.."
"Tapi gue suka, hasilnya besok senin di Mading ya" Intan tersenyum, lengkap dengan pipi Chubby nya.
"Makasih kak, kalau gitu saya permisi dulu"
"iya,silahkan"

"Sinting lu ntan!"
"lu yang sinting sen, Dia tuh kesini mau daftar, mau ngebantu Club, bukan mau diributin atau mau cari ribut, udah ah gue juga kesini mau ngurus Club, bukan mau ngadu bacot sama lo"

Ruang Club Drama.

"Tapi gue gak mau 2anak itu diikut sertain!"Sendi angkat bicara.
"Lo ada masalh apa sih Sen dama Putri&Ajeng?Masalah Pribadi? Profesional dong Sen! ini club, bukan ajang atau event buat main tenar-tenaran, ini ajang atau event untuk sharing, berbagi ilmu, meskipun lo ada masalah, lo profesional, lagian siapa elo disini?"sahut Intan.
"Sorry, Intan, Sendi, Cara kalian berdua salah, bukannya gue ngerasa yang paling bener atau apa, tapi cara kalian kuno, Sendi, lo gak mau mereka berdua masuk, padahal lo belum liat cara mainnya yang satu, dan mungkin aja lo ada masalah pribadi sama mereka, lo salah, tapi disisi ini, Intan bener, karena bilang lo harus profesional gue setuju sarannya intan, dan elo intan, lo salah karena lo bawa-bawa jabatan bisa dikutip dari ucapan lo barusan 'lagian siapa elo disini?' secara tersirat menunjukkan kalo elo nanya kedudukannya dia kan? sedangkan Sendi cukup berkedudukan disini, dia sekertaris, oke, gue bukannya ngerasa paling bener atau gimana, tapi kalian berdua salah&kalian berdua bener, gue gak suka dibilang plinplan, tapi kalian berdua punya sisi positif&negatifnya masing-masing, gimana?" Fauzi menjelaskan panjang lebar
"Gue setuju Fauzi" Jawab Andika.
"Gue juga"
"gue setuju banget" sahut suara-suara yang lainnya
"So, gak ada alasan buat nggak mengikut sertakan mereka, masa cuma gara-gara 2 orang cewek kecil kelas X sampe ribet gini masalahnya?Gue gak suka ya sampe ada kejadian kayak gini, btw Thanks Zi udah ngelerai,udah fix kan 30 orang itu siapa aja?kalo gitu, mending kita udahin aja daripada kelamaan dan makin parah,iya gak? thanks buat semuanya yang udah hadir, semoga sukses acaranya nanti"

====================================================

Senin, 6 November.

"AJENG!!! KITA KETERIMA!!!!!!! BENERKAN KATA GUE? SENDI TUH GAK BAKALAN BISA BERKUTIK! KITA BERHASIL JENG! MAKASIH YA BUAT SEMANGAT YANG ELO KASIH KE GUE!"
"Iya put, kita berhasil, woles put wolessss, kita belum tau peran kita apa, emang ya manusia tuh bukan cuma Sendi doang, dikehidupan ini selalu seimbang, ada cewek ada cowok, ada baik ada jahat, kalau nggak ada orang yang baik, gak akan tercipta orang jahat, begitu juga sebaliknya, akhirnya Put!"

Puk.
Seseorang menepuk pundakku

"Ari!! gimana lu diterima nggak?"
"Iya put!aku diterima, lo juga pasti diterima ya?"
"iya, btw kenalin nih Ri, Ajeng, sohib gue!"
"Ajeng ini Ari"
"Hai Ari, gue ajeng X-2"
"Hai Jeng, Nice to meet you" lagi-lagi dibuntuti senyumnya.
"btw, gue duluan ya mau ke perpus"
"ohhh iya ri, hati-hati ya hehehe" sahutku&Ajeng

"Apa gue bilang Jeng? Manusia bukan cuma Sendi doang" lengkap dengan senyum yang terukir indah dari bibirku.

Untukmu, Pemilik senyum manis.

Hai kamu, 
Bisakah kamu melihat dirimu sendiri? kamu yang selalu ada dalam pandangan dibalik proyektor lensa cokelat mataku. 

Sampai kapankah aku bisa memandangmu seperti ini?
Menikmati setiap detik pandangan ku.
Setiap saat ketika kau tersenyum. 

Wahai kamu, 
Kamu pemilik senyum manis itu. 
Kapan kau memberikan senyum manis mu itu untuk aku? 
Untuk aku.. Untuk kurasakan, untuk kupandangi. Hanya untukku.

Kapan giliran aku?
Kapan giliran aku yang mempunyai kesempatan untuk menikmati senyummu secara terus terang? 
Kapan giliran aku?
Kapan giliran aku yang bisa menciptakan lengkungan indah dibibirmu itu? 

Sesungguhnya, 
Aku ingin kau menyerahkan senyum itu untukku. 
Aku ingin menciptakan senyum itu dihidupmu,
Mungkinkah aku sanggup? Kurasa, hanya kamu yang mengerti.


prosa