___
Aku Greyson Chance, hmmm.. Mungkin beberapa dari kalian mengenalku?Iya, aku berasal dari Edmond, Oklahoma, satu dari sekian kota yang terletak di Amerika.
Now, I'm Finishing my First album, Hold On 'Til The Night, you can call it HOTTN. did you have theAlbum?
aku baru saja menyelesaikan dan tentunya aku harus melakukan Tur ke beberapa Negara, dimulai dari negaraku sendiri, Amerika, Lalu dilanjutkan di Filipina, Malaysia, Singapura, Thailand, Inggris, Toronto, Indonesia, Italy dan Berhenti di Perancis.
Umurku 16 tahun, aku sekolah saat Tur, kalian bisa membayangkan bagaimana rasanya? Mengasyikkan.
"Be Ready Boy, just 15 minutes left" kata Manajerku, Cynthia.
"How about toilet? I must go there" aku meminta.
"Ok, As soon as possible Grey!" Teriak Cynthia karena aku sudah berlari keuar backstage, tetapi.. Aku menbrak seseorang dan "Aww" ucap seorang perempuan, kurasa itu adalah orang yang kutabrak barusan, nampaknya aku menjatuhkan sesuatu dilengannya, ah sudahlah. Nanti saja.
**
15 menit lagi, 15menit lagi, 15 menit lagi, ucapku berulang-ulang saat keluar dari toilet, kali ini aku berjalan agak santai.
tiba-tiba seseorang menepuk bahuku dari belakang, ketika aku menoleh..
"Hey, you did hit me" katanya sambil tersenyum
"Uhhm, Okay I'm so sorry, I Was hurry" aku tersenyum kecil sambil menggaruk kepalaku yang tidak gatal.
"No Problem, but you dropped something" katanya, lagi-lagi sambil tersenyum.
"Oh ya? What?" aku bingung
"I Think this is Yours, because i don't have it" gadis itu mengeluarkan Sebuah kalung berbentuk bullet, ya my bullet necklace.
"Oh Yea! Thank you very much, Aku hampir saja lupa, beruntung kau masih disini dan menemukannya" kataku sambil berterima kasih.
"Ah sudahlah, tidak apa, bukankah sebentar lagi kau mulai naik ke stage, Greyson?"
Oh, wow gadis itu tau namaku,
"Do you know me?" tanyaku.
"Of Course, I'm one of your Enchancers there"
"Oh, halo Enchancer, Aku Greyson" aku memperkenalkan diriku.
"Yes, I'm already know it, I am Nicky Carole glad to see you My Idol" dia menjabat tanganku yang tadi tersampir, sambil tersenyum lagi.
"Kenapa kau tidak histeris Nicky Carole?"
"Can you just Call me Nicky? Or Carole? Or.. Anything" katanya sambil malu-malu
"Ohahaha, Sorry, how if Carie? Sounds good" usulku
"But No one call me Carie"
"It's okay, because I'm the only one who call you carie, and then... You haven't an answer about my question?"
"uh, ada sih, karena... Karena aku tidak ingin oranglain tahu kalau kau ada disini, bukan maksudku untuk bisa bicara berdua denganmu ya, tidak. Hehehe, aku hanya takut mereka terlalu fanatik denganmu, dan berbuat kasar agar kau mengingat mereka" katanya.
"Awww, thankyou sweetie, but it's okay, aku mengerti mereka kok, tapi aku juga tetap menghargai pikiranmu, karen aku yang meminta jawabannya"
"Kau sungguh pengertian Grey" katanya lembut.
"Uhm.. Really? Begitu juga denganmu, aku baru bertemu seorang Enchancer yang sepertimu, Carie"
"Grey... Bukankah kau seharusnya sudah di stage sekarang?"
"Really?Kalau begitu, bagaimana kalau kita kembali ke venue?" ajakku.
"Tidak Grey, tempatmu adalah di backstage, lalu on stage, sedangkan aku hanya di Row Green"
katanya sedih.
"Don't be sad, carie, kau bisa kok ikut ke backstage kalau mau"
"Kalau aku tidak mau?"
"Kau harus mau"
"Tapi Grey, kurasa ini sungguh tidak adil, bagaimana dengan Enchancers yang lain? uhm.. Maksudku, aku ingin bersama denganmu, tapi kalau ada Enchancer yang mengamuk? Aku mengkhawatirkanmu, Grey" dia mengucapkan itu dengan sungguh-sungguh, dia mengucapkan itu dengan matanya yang berkaca-kaca dan.. Setetes airmata membasahi pipinya yang chubby.
"It's okay sweetie, I'm fine, they aren't hurt me already, the love me too, like you do love me"
kataku sambil merangkulnya yang mulai menangis, dan mengajaknya berjalan bersama-sama ke backstage
I wish you love me more than I said.
Apa yang barusan hatiku ucapkan? Ahhh..... Tidak mungkin.
"I wish you know grey" katanya masih sambil menangis dalam rangkulanku.
"I... i can't stay with you in backstage, cause out there, So many Enchancers who loves you more than I do"
"No, no, no, don't compares yourself with anyone else" kataku sambil menatap wajahnya yang ia tutupi dengan telapak tangannya.
___
"Greyson! 5 minutes left! how long the toilet is?" someone yelled at me, itu Cynthia.
"Uuuuh, Okay Cynthia, bisakah kau membawa gadis ini ke backstage?" tanyaku
"Baiklah, tapi cepatlah naik, sebentar lagi opening act akan selesai" aku mengangguk.
"Tidak, aku akan kesana bersamanya" kataku.
"Iya, baiklah, ayo, Hey girl, do you want to follow us?" tanya Cynthia,
"No, take me to Green area, Row 1 seat 15" katanya.
"Grey? Heard it?"
"Okay, aku menyerah, tapi aku mohon when the concert is end, i want to meet you again, here" kataku masih merangkulnya sambil menatap wajah carie yang sudah mulai membaik.
dan jawaban yang kudaptakan"Baiklah Grey, cepat naik keatas panggung, aku menunggumu disini, lakukanlah dengan baik, karena aku melihatmu dari kejauhan, semangat ya!" katanya sambil tersenyum.
"Baiklah" dan aku menjiwai jawaban itu, bersamanya, kami ke backstage dan dia diantar langsung oleh Cynthia ke Tempat duduknya.
___
*Nicky Carol POV's*
Aku tidak akan pernah mau bangun dari tidurku, seandainya ini mimpi. Aku melihat idola ku sendiri didepan mataku, bahkan aku berbicara dengannya, dan dia bahkan memaksa ku untuk ikut ke backstage bersamanya, bahkan, aku menangis di hadapannya, dan yang paling sulit untuk ku percayai: Aku jatuh cinta padanya, bukan lagi dengan seorang fans dan idolanya, tapi ini tentang 2orang yang saling lama mengenal, dan memiliki perasaan lebih, perasaan yang mutlak dimiliki oleh setiap insan manusia.
Dan sekarang, aku melihatnya dari tempatku seharusnya, Green area. ini bangku ke3 dari pink,yellow,dan Green.
Dan ia mngajkku untuk bertemu lagi nantinya.
Tapi, sudahlah aku harus menikmati konser ini dulu sendirian, karena ku tidak membawa satupun temanku, tapi disini, aku bisa tertawa dan menangis bersama-sama dengan keluarga baruku, Enchancers.
di seat 16, aku mengenal Rosie, yang ternyata satu sekolah denganku, di seat 14 aku mengenal Maryne yang ternyata rumahnya tidak terlalu jauh dari rumahku, dan masih banyak lagi kelurga baruku disini.
"Seandainya Greyson tau kalau kita ada disini ya" Sahut Rosie yang lebih ramai daripada aku dan Maryne,
"Iya, pasti aku akan tetap disini" kata Maryne, aku hanya tersenyum menanggapi keduanya.
"Are you okay Nicky?" Tanya Maryne, dan Rosie berbarengan, sambil berteriak, karena sungguh ramai disini.
"Canyou guys just enjoy the show? I'm Okay" kataku sambil tersenyum, kuharap mereka melihat aku tersenyum dan melupakan mta sembabku.
Waktu pun bertengkar dengan kami, kami tidak ingin menyelesaikan konser ini, mengakhiri moment dimana kami bia bernyanyi bersama dengan Grey.Tapi kami kalah dengan waktu,
Lagu Waiting Outside the Lines mengalun lembut bersamaan dengan dentingan-dentingan piano miliknya, dinamakan Encore...
Konser selesai, aku harus menepati janjiku. Janji dengan idola yang benar-benar menginspirasiku dari segala hal.
"Nicky, pulang bareng yuk?" Ajak Maryne.
"Ah, maaf Mar, aku ada janji dengan seseorang, kau pulang duluan saja, tidak apa sungguh, aku bisa pulang sendiri nanti" sahtku berhati-hati agar tidak ketahuan dengan siapa aku berjanji
"Tapi ini sudah jam Setengah sepuluh loh Nick,Rumah mu dan rumahku jauh dari sini, butuh waktu 1jam untuk sampai kesana, bahkan lebih, How if your parents searching for you?" tanya Maryne, terdengar suara ke khawatiran dar ucapannya.
"Hah?Hahahahahaha Orangtua ku lagi nggak dirumah kok, santai aja, My dad is working on Netherland with my Mom Now, and I'm their one and only daughter"kataku tenang.
"Bagaimana kalau purang bersamaku saja, Mar?" kata Rosie tiba-tiba,
"Hei kau, darimana saja Rosie?"tanyaku dan Mary berbarengan, kemudian diiringi tawa.
"Aku baru saja dari toilet, bagaimana kalau kita kembali sekarang?"tanya Ros.
"I can't, I must meet with someone, because i have promise with him" kataku.
"Him? What did you mean? pacarmu ya?" Tanya Rosie.
"Wah, I don't know if you have Boyfriend, It's okay, we have to go, see you soon Nick, Byeee" kata Mery sambil menarik tangan rosie dan mereka melambai.
Aku harus cepat kembali ke tempat tadi.
Sudah jam 10, Sudah tidak banyak orang berkeliaran disini, I wish he don't wait me now, because I don't like waitin'...
"Carie" I know, His Voice
"Hey Grey, sorry I'm late, there's a little problem"
"It's okay carie... I, I need to talk with you"
"What?..."
Konser selesai, aku harus menepati janjiku. Janji dengan idola yang benar-benar menginspirasiku dari segala hal.
"Nicky, pulang bareng yuk?" Ajak Maryne.
"Ah, maaf Mar, aku ada janji dengan seseorang, kau pulang duluan saja, tidak apa sungguh, aku bisa pulang sendiri nanti" sahtku berhati-hati agar tidak ketahuan dengan siapa aku berjanji
"Tapi ini sudah jam Setengah sepuluh loh Nick,Rumah mu dan rumahku jauh dari sini, butuh waktu 1jam untuk sampai kesana, bahkan lebih, How if your parents searching for you?" tanya Maryne, terdengar suara ke khawatiran dar ucapannya.
"Hah?Hahahahahaha Orangtua ku lagi nggak dirumah kok, santai aja, My dad is working on Netherland with my Mom Now, and I'm their one and only daughter"kataku tenang.
"Bagaimana kalau purang bersamaku saja, Mar?" kata Rosie tiba-tiba,
"Hei kau, darimana saja Rosie?"tanyaku dan Mary berbarengan, kemudian diiringi tawa.
"Aku baru saja dari toilet, bagaimana kalau kita kembali sekarang?"tanya Ros.
"I can't, I must meet with someone, because i have promise with him" kataku.
"Him? What did you mean? pacarmu ya?" Tanya Rosie.
"Wah, I don't know if you have Boyfriend, It's okay, we have to go, see you soon Nick, Byeee" kata Mery sambil menarik tangan rosie dan mereka melambai.
Aku harus cepat kembali ke tempat tadi.
Sudah jam 10, Sudah tidak banyak orang berkeliaran disini, I wish he don't wait me now, because I don't like waitin'...
"Carie" I know, His Voice
"Hey Grey, sorry I'm late, there's a little problem"
"It's okay carie... I, I need to talk with you"
"What?..."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar