Selasa, 05 Februari 2013

Waiting Outside The Lines. (Short Story)

"You never enjoy your life livin' inside the box you so afraid of takin' chances how you gonna reach the top?"
Alunan musik dan suara Merdu milik seorang pria tampan mengalun perlahan di telingaku,
sebuah lagu Dari Greyson Michael Chance, Seseorang yang menjadi Inspirasi ku,seseorang yang berbagi kisah hidupnya dengan kami, Enchancer, Seseorang yang tidak suka terhadap kekerasan atau bullying.

"Hey, are you day dreaming?"
"No, I'm not"
"Do you thinking about Greyson?"
Aku mengangguk Lesu.
"Alea, Greyson is Very Impossible for you, Gak mungkin kamu bisa kenal dia, dia aja bahkan nggak kenal kamu, dia bahkan nggak tau kalo kamu ada"
"vi..."
"Maaf al, nggak maksud.." Silvi merasa bersalah
"Nggak kok, but what you said is right, Greyson doesn't know i'm exist"
"nggak gitu al, maksud aku, Ngapain sih kamu setiap jam istirahat ngelamun terus mikirin Greyson,Baru dateng ke sekolah, duduk dibangku mikirin Greyson setiap jalan pulang, ngelamun terus mikirin Greyson, sebentar-sebentar Greyson, bahkan headphone yang lagi kamu pasang pasti lagi mainin lagunya Greyson" Selak Silvi panjang lebar
"hahahahahahahahaha kamu salah vi, Aku..."
"kamu lagi mengapresiasi karya-karya nya dia?"
"iya,hehe.."
"Alea, denger ya, kamu tuh selalu aja kayak gitu, kamu selalu nunggu dia, kamu selalu waiting outside the lines, tanpa pernah ngelakuin apapun, kamu terlalu takut untuk mencapai sesuatu Al, kamu diem aja, gimana kamu mau ketemu? gimana kamu mau dateng ke Konser nya Grey?makanya mending kamu ngelakuin hal berguna dulu, baru kmau tunjukkin ke semua orang kalau Greyson harus tau kamu ada.."
"Hehe, gitu ya Vi? okedeh, selama ini aku memang terlalu Waiting Outside The Lines ya?.. Hm, Mulai sekarang aku akan coba ikutin saran kamu, Makasih Vi"

I'm here to help you notice the rainbow Cause I know, What's in you is out there.



Tidak ada komentar: