Senin, 04 Februari 2013

Untukmu, Pemilik senyum manis.

Hai kamu, 
Bisakah kamu melihat dirimu sendiri? kamu yang selalu ada dalam pandangan dibalik proyektor lensa cokelat mataku. 

Sampai kapankah aku bisa memandangmu seperti ini?
Menikmati setiap detik pandangan ku.
Setiap saat ketika kau tersenyum. 

Wahai kamu, 
Kamu pemilik senyum manis itu. 
Kapan kau memberikan senyum manis mu itu untuk aku? 
Untuk aku.. Untuk kurasakan, untuk kupandangi. Hanya untukku.

Kapan giliran aku?
Kapan giliran aku yang mempunyai kesempatan untuk menikmati senyummu secara terus terang? 
Kapan giliran aku?
Kapan giliran aku yang bisa menciptakan lengkungan indah dibibirmu itu? 

Sesungguhnya, 
Aku ingin kau menyerahkan senyum itu untukku. 
Aku ingin menciptakan senyum itu dihidupmu,
Mungkinkah aku sanggup? Kurasa, hanya kamu yang mengerti.


prosa

Tidak ada komentar: