"Gab! ayok ke lapangan basket!!"
seseorang dengan semangatnya mengajakku ke Lapangan basket
"sssst, jangan berisik, ini perpus ay,lagian mau ngapain? abis ini kita ujian fisika, aku mau disini aja"
"Dia lagi main tau"
kali ini ayana merendahkan intonasi suaranya, seperti berbisik.
"ah, serius kamu? bukannya dia jagoan futsal?"
"kamu ketinggalan berita banget sih Gab, dia juga jago main basket, ayo, mendingan kita liat langsung deh, dia jagoannya Three Point!"
hm.. aku menimbang-nimbang, semenit kemudian aku dan Ayana melesat ke lapangan basket.
"Ayana! iya dia beneran jago basket ya?keren banget!"
aku tersenyum melihat sang Adam pujaanku memasukkan Basket ke Ring dengan gaya Three Points (yang katanya dia pintar menggunakannya)
"nggak percuma kamu dateng kesini gab!"
"iya ay, malahan aku berharap abis ini free time dan kosong dari ujian Fisika yang bikin mumet"
"Gaby, ayana!"
itu suara beby, si jago matematika.
"hei beb!" sahutku dan ayana berbarengan.
"Aku tau, kamu pasti lagi ngedukung dia kan, Gab? bener nggak ay?" tanya Beby sambil melirik ke dia, jagoan basketku.
Ayana mengangguk.
"ssst, diem deh nanti kalau ada orang lain yang tau gimana?"
"ups, maaf Gab"
Peluit panjang berbunyi, pertanda pertandingan berakhir.
"Congrats ya Gab, jagoan kamu menang tuh, mau ngasih ucapan ke dia nggak?"
Ayana menawari ku.
"hehe, nggak ah ay, malu, kamu aja sama beby disana, aku nunggu disini aja"
"Bener nih gab? yakin nggak nyesel? ini kesempatan bagus loh, ikut aja yuk!" ajak beby.
"nggak beb, aku disini aja"
Beby dan Ayana pergi untuk mengucapkan selamat kepadanya. dan aku menunggu mereka disini, mataku mengekori sosoknya, sosok yang tinggi, keren, yang mungkin tidak mengetahui seseorang disini sedang memandangnya
Jika kau sadar akan pandanganku pada dirimu, Jantungku pun berdegup kencang dan akan meledak
"Gaby! ayo balik ke kelas, kita udah ngucapin nih, rame banget disana, kita hampir aja di kacangin sama Adit"
"hehehe, makanya aku nggak mau ikut, aku takut"
"Gab Gab, aneh banget sih kamu"sahut ayana.
"yaudah yuk ke kelas, abis ini kita ujian Fisika"
"yuk"
=======================================================================
bel pelajaran terakhir pun berbunyi aku berlari menembus kerumunan manusia yang menjadi lautan didepan kelasku,
berenang mencari jalan keluar agar sampai ke gerbang paling cepat, hanya untuk melihatnya.
"Ayana, lihat Gaby?"
"Nggak, aku juga lagi cari dia, tapi udah keburu kabur, kenapa Rena?"
"Buku Gaby tertinggal di atas mejanya, aku ingin kembalikan, atau bisa minta tolong kamu?"
"boleh, nanti kalau aku bertemu, ku sampaikan ya"
"iya, terimakasih ayana"
"sama-sama Rena"
"Gaby! nih"
Shania menyodorkan pulpen yang ada di genggamannya kepadaku, hm. Sepertinya aku kenal.
"Gab! kok bengong sih? Ini pulpen lo, tadi lo lari dari kelas gue liat ini jatoh dari tempat minum lo"
"ohiya, makasih ya Shan! belom pulang?"
"sama-sama, tuh gue udah dijemput, lo sendir?lagi nungguin Adit ya?"
"Shaniaaa,lo frontal banget sih" aku berbisik.
"hehe sorry gab, gue duluan ya, bye!"
"bye"
Adit! itu dia! membawa tas selempang yang sewarna denganku, cokelat.
"Gaby, Adit tuh!"
itu... suara Ayana,
ku cubit saja pipinya,
"ayana bisa nggak diam? nanti kalau kedengeran kakak kelas yg lain gimana?"
"ehehehe, maaf gab, abisnya kamu aku cari-cari daritadi, ohiya nih buku dari rena"
"duh, makasih ya aku nggak ingat!"
"ah, yang kamu ingat mah Adit doang"
oi ya, adit, kemana dia?
Cinta bagaikan ekor malaikat yang nakal, Kabur dengan lembut tak tahu kemana
itu dia! ehm. dia, dan seorang cewek disampingnya, yap aku kenal sekali, itu kak Melody, kakak kelasku, teman dekatnya Adit.
Karenanya aku berpura-pura tidak suka, dan aku pun menjadi bersikap dingin.
"hai gab, udah lama nggak ketemu kamu, gimana ekskul musik?masih jalan?" kak melody menyapaku
perhatianku terpusat pada Adit, yang lagi-lagi menghilang di kerumunan manusia.
Cinta bagaikan ekor malaikat yang plin plan, gerak kesana-sini susah ku tangkap.
"hai kak imel, masih kak"
aku berusaha menahan intonasi suaraku agar tidak terdengar seperti jealous atau envy, atau apapun, bagaimanapun, aku tidak berhak.
"yaudah kalo gitu, Aku balik duluan ya gab!"
"iya ka, hati-hati"
aku melihat Melody memunggungi ku, melakukan pekerjaan yang sama sepertiku: mencari Adit.
dan yap! ketemu.....
Mengapa perasaanku jadi berat begini, Ku ingin bertanya pada awan putih.
"Sabar ya gab!"
ayana mengelus pundakku
"biasa aja Ay, kenapa harus sabar sih? Adit bukan siapa-siapa gue kok!" haha.
"Suatu hari adit pasti akan sadar Gab
"hm.. udahlah ay, gausah dipikirin, pulang yuk?"
"ayuk"
Eitssss, jangan ngamuk dulu dong, ini cuma Fan Fiction sumpah, sumpah gak bohong.
lagian saya bt, jadi saya mencoba bikin yg abal-abal kayak gini, I got The Inspiration from Tenshi No Shippo - JKT48
kebetulan saya ngefans sama JKT48^^'
Oshi saya cuma Figuran disini: Rena Nozawa*curhat*
ini ff banyak banget jeleknya-____-
tp Makasih ya buat yang baca, sumpah ini cuma ff doang, Fan fiction = Fiksi = Boongan = cerita doang!^^
Thankyou:)
seseorang dengan semangatnya mengajakku ke Lapangan basket
"sssst, jangan berisik, ini perpus ay,lagian mau ngapain? abis ini kita ujian fisika, aku mau disini aja"
"Dia lagi main tau"
kali ini ayana merendahkan intonasi suaranya, seperti berbisik.
"ah, serius kamu? bukannya dia jagoan futsal?"
"kamu ketinggalan berita banget sih Gab, dia juga jago main basket, ayo, mendingan kita liat langsung deh, dia jagoannya Three Point!"
hm.. aku menimbang-nimbang, semenit kemudian aku dan Ayana melesat ke lapangan basket.
"Ayana! iya dia beneran jago basket ya?keren banget!"
aku tersenyum melihat sang Adam pujaanku memasukkan Basket ke Ring dengan gaya Three Points (yang katanya dia pintar menggunakannya)
"nggak percuma kamu dateng kesini gab!"
"iya ay, malahan aku berharap abis ini free time dan kosong dari ujian Fisika yang bikin mumet"
"Gaby, ayana!"
itu suara beby, si jago matematika.
"hei beb!" sahutku dan ayana berbarengan.
"Aku tau, kamu pasti lagi ngedukung dia kan, Gab? bener nggak ay?" tanya Beby sambil melirik ke dia, jagoan basketku.
Ayana mengangguk.
"ssst, diem deh nanti kalau ada orang lain yang tau gimana?"
"ups, maaf Gab"
Peluit panjang berbunyi, pertanda pertandingan berakhir.
"Congrats ya Gab, jagoan kamu menang tuh, mau ngasih ucapan ke dia nggak?"
Ayana menawari ku.
"hehe, nggak ah ay, malu, kamu aja sama beby disana, aku nunggu disini aja"
"Bener nih gab? yakin nggak nyesel? ini kesempatan bagus loh, ikut aja yuk!" ajak beby.
"nggak beb, aku disini aja"
Beby dan Ayana pergi untuk mengucapkan selamat kepadanya. dan aku menunggu mereka disini, mataku mengekori sosoknya, sosok yang tinggi, keren, yang mungkin tidak mengetahui seseorang disini sedang memandangnya
Jika kau sadar akan pandanganku pada dirimu, Jantungku pun berdegup kencang dan akan meledak
"Gaby! ayo balik ke kelas, kita udah ngucapin nih, rame banget disana, kita hampir aja di kacangin sama Adit"
"hehehe, makanya aku nggak mau ikut, aku takut"
"Gab Gab, aneh banget sih kamu"sahut ayana.
"yaudah yuk ke kelas, abis ini kita ujian Fisika"
"yuk"
=======================================================================
bel pelajaran terakhir pun berbunyi aku berlari menembus kerumunan manusia yang menjadi lautan didepan kelasku,
berenang mencari jalan keluar agar sampai ke gerbang paling cepat, hanya untuk melihatnya.
"Ayana, lihat Gaby?"
"Nggak, aku juga lagi cari dia, tapi udah keburu kabur, kenapa Rena?"
"Buku Gaby tertinggal di atas mejanya, aku ingin kembalikan, atau bisa minta tolong kamu?"
"boleh, nanti kalau aku bertemu, ku sampaikan ya"
"iya, terimakasih ayana"
"sama-sama Rena"
"Gaby! nih"
Shania menyodorkan pulpen yang ada di genggamannya kepadaku, hm. Sepertinya aku kenal.
"Gab! kok bengong sih? Ini pulpen lo, tadi lo lari dari kelas gue liat ini jatoh dari tempat minum lo"
"ohiya, makasih ya Shan! belom pulang?"
"sama-sama, tuh gue udah dijemput, lo sendir?lagi nungguin Adit ya?"
"Shaniaaa,lo frontal banget sih" aku berbisik.
"hehe sorry gab, gue duluan ya, bye!"
"bye"
Adit! itu dia! membawa tas selempang yang sewarna denganku, cokelat.
"Gaby, Adit tuh!"
itu... suara Ayana,
ku cubit saja pipinya,
"ayana bisa nggak diam? nanti kalau kedengeran kakak kelas yg lain gimana?"
"ehehehe, maaf gab, abisnya kamu aku cari-cari daritadi, ohiya nih buku dari rena"
"duh, makasih ya aku nggak ingat!"
"ah, yang kamu ingat mah Adit doang"
oi ya, adit, kemana dia?
Cinta bagaikan ekor malaikat yang nakal, Kabur dengan lembut tak tahu kemana
itu dia! ehm. dia, dan seorang cewek disampingnya, yap aku kenal sekali, itu kak Melody, kakak kelasku, teman dekatnya Adit.
Karenanya aku berpura-pura tidak suka, dan aku pun menjadi bersikap dingin.
"hai gab, udah lama nggak ketemu kamu, gimana ekskul musik?masih jalan?" kak melody menyapaku
perhatianku terpusat pada Adit, yang lagi-lagi menghilang di kerumunan manusia.
Cinta bagaikan ekor malaikat yang plin plan, gerak kesana-sini susah ku tangkap.
"hai kak imel, masih kak"
aku berusaha menahan intonasi suaraku agar tidak terdengar seperti jealous atau envy, atau apapun, bagaimanapun, aku tidak berhak.
"yaudah kalo gitu, Aku balik duluan ya gab!"
"iya ka, hati-hati"
aku melihat Melody memunggungi ku, melakukan pekerjaan yang sama sepertiku: mencari Adit.
dan yap! ketemu.....
Mengapa perasaanku jadi berat begini, Ku ingin bertanya pada awan putih.
"Sabar ya gab!"
ayana mengelus pundakku
"biasa aja Ay, kenapa harus sabar sih? Adit bukan siapa-siapa gue kok!" haha.
"Suatu hari adit pasti akan sadar Gab
"hm.. udahlah ay, gausah dipikirin, pulang yuk?"
"ayuk"
Suatu hari arah angin akan berubah, Hingga kebetulan kau lihat kesini,
ku akan menunggu di tempat ini
Hingga keajaiban munculnya Pelangi.
Eitssss, jangan ngamuk dulu dong, ini cuma Fan Fiction sumpah, sumpah gak bohong.
lagian saya bt, jadi saya mencoba bikin yg abal-abal kayak gini, I got The Inspiration from Tenshi No Shippo - JKT48
kebetulan saya ngefans sama JKT48^^'
Oshi saya cuma Figuran disini: Rena Nozawa*curhat*
ini ff banyak banget jeleknya-____-
tp Makasih ya buat yang baca, sumpah ini cuma ff doang, Fan fiction = Fiksi = Boongan = cerita doang!^^
Thankyou:)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar