Kamis, 24 Januari 2013

Bintang Yang Meredup


Ini Spesial banget dari saya:)
Cerita ini Terinspirasi banget dari judul lagu yang sama :)

Kita yang mencari dan pahami isi hati 
"Selamat pagi, Ayooo bangun Semangat ya untuk sekolah nya hari ini :*"
itu Ferdi, seseorang yang selalu memasok energi setiap pagi
seseorang yang menjadi salah satu alasan ku untuk tetap bangun esok hari.

"Iya aku udah bangun kok;) kamu juga ya siap-siap sekolah" Kurasa ferdi sudah menerima balasan pesan singkatnya.
"Nanti aku jemput jam berapa?" balas dia
"kamu masih mau jemput aku,Fer?"
"iyalah, kamu kan pacar aku-_-"
"nggak usah lah Fer, jadinya aku ngerepotin kamu nih,lagian kalau aku pacar kamu kan nggak harus selalu dijemput"
"udah nggak apa kok, aku kesana jam 6:15 ya"
"Duh kamu tuh ya, yaudah deh gapapa"
"nah gitu dong, udah sana siap-siap:)"
"oke:D"
http://www.fiirde.blogspot.com/
======================================================

Pagi hari, Ruang tamu rumah windu 

"Jadi kamu pacarnya windu?siapa namanya?"
"Iya om, Ferdi"
"mau berangkat bareng windu?"
"iya om, gakpapa kan?"
"kamu itu pacarnya windu, jaga dia baik-baik ya! windu itu harta saya yang paling berharga jangan kamu sakiti dia, mengerti?"
"mengerti om, makasih :)"
"iya, sebentar duduk saja dulu, tunggu windu sarapan"
"nggakpapa om, disini aja:)"
======================================================
Ruang makan.

"Pah, udah ketemu Ferdi?"
"Udah tuh, kamu jangan sampai macem-macem ya!"
"iya pah tenang aja sama windu"
"kamu tau kan keadaan kamu kayak gimana?"
"tau papah,kalau gitu Windu jalan dulu ya pah"
"yaudah, hati-hati ya"

======================================================

"Ferdi!"
"eh win"
"maaf ya kelamaan nunggu, tadi sarapannya lama banget ya?hehe"
"nggak kok win, aku juga baru sampe hehe"
"yaudah yuk berangkat"

======================================================

Aku sungguh menyukai suasana ini, 
keadaan dimana aku bisa melihat Ferdi dari dekat, 
aku nggaktau kenapa aku ngerasa suatu saat bakalan kehilangan Ferdi, aku takut banget sama hal itu,
aku sayang Ferdi,dialah semangatku, dialah yang bisa membuat aku jadi kuat seperti ini 
Ya Tuhaaaannn Panjangkanlah umurku, agar bisa selalu bersama Ferdi...

"Win, ayo turun udah sampe nih"
"iya fer, aku tau" jawabku sambil memukul pelan pundak Ferdi 

"nanti istirahat makannya yang bener ya! jangan jajan sembarangan"
"Fer, bel masuk aja belum, masa udah ngomongin istirahat, nggak sekalian kamu ngomongin bel pulang?"
"ohiya nanti pulang aku ada rapat Basket,pulang duluan aja gapapa kan?"
"gapapa ko Fer, dari dulu aku kan juga udah biasa pulang sendiri hehe,yaudah kalo gitu aku ke kelas duluan yah"
"oke, belajar yang bener ya Win!:D"
aku mengangguk 

Bel istirahat 
"Windu, ke perpus yuk?"
"gabisa ta, aku ada jam lab"
"yah, lagian kita gak sekelompok sih ya"
"iyanih, padahal kalau boleh milih, aku maunya sekelompok sama kamu.."
"Windu.. muka lo pucet banget, sini deh"
tita menarik tanganku dan membisikkan sesuatu ke telingaku 
"udah minum obat?"

"belum ta, aku lupa!"
"tuhkan! nanti kamu ada jam lab lagi, kalau kenapa-kenapa di lab gimana?"
"gapapa kok aku tahan sampe jam terakhir ta, pasti deh!"
"kamu tuh selalu berpura-pura kuat win, kamu kira aku gaktau ya?Win, aku ini sahabat kamu dari kecil, dari kita belum ngerti apa-apa sampe kelas XI gini win, aku ngerti kamu, kamu orang yang selalu menyembunyikan kesedihanmu dibalik senyum manis mu, kamu yang selalu pedih dalam diam, benerkan, win?"
"Ta.."
"yaudah ke uks dulu yuk, minum vitamin c"
"Ta.. makasih ya"
"kenapa makasih win?kamu itukan temen aku, jadi aku pasti tau seluk-beluknya kamu"

Tuhan, aku sayang Tita, jangan kau suruh malaikatmu untuk menjemputku secepat Vonis dokter tuhan,
aku mau membahagiakan Tita terlebih dahulu, kami ingin lulus SMA bersama-sama, kami ingin di Wisuda S1,S2, dan S3 bersama-sama Tuhan, janganlah engkau pisahkan kami, aku menyayangi Tita Tuhan, Dia sahabtku tolong jaga dia dari siapapun yang hendak berbuat jahat kepadanya Tuhan..
======================================================

Uks. 

"nanti kamu pulang sama siapa win??"
"sendiri kayaknya ta"
"Loh, Ferdi kemana?"
"Rapat basket ta, kayaknya sih sekalian latihan, bentar lagikan mau turnamen&bakalan;jadi turnamen trakhirnya Ferdi"
"yaudah kenapa harus pulang sendiri? kenapa ga minta di jemput pa Bud?"
"aku gamau ngerepotin dia ta, Anaknya lagi sakit, masa aku juga minta dijemput"
"yaudah balik sama aku aja ya win?"
"loh? balik sama kamu?Nanda gimana??"
"yaudahlah gapapa ya win"
"iya deh ta"
aku mengangguk pasrah..

======================================================
Lelah ditengah jalannya dan hentikan cerita
3 Bulan kemudian..

malam itu aku duduk dibawah LangitNya, dibawah Taburan bintang yang Ia berikan.
"Fer.."ucapku di telepon
"kenapa win?"
"Kita putus ya?.."

"Win.. kamu gak bercanda kan? aku tau kamu itu orangnya humoris banget, tapi aku gak suka candaan amu kali ini"
"enggak fer, kali ini aku gak bercanda, aku mau kita putus!"
"kenapa win?salah aku apa? apa aku terlalu mentingin basket daripada kamu? apa aku terlalu sering nyuekin kamu win?atau.. atau apa win? kenapa?"
"Aku udah gak sayang kamu, Fer" jawabku ketus.
"beneran win?oke! kalo gitu! aku juga udah gak sayang kamu kok! aku memang mau ini dari dulu, aku terima, aku harap kamu bahagia ya disana dengan orang yang kamu sayangi"

klik.

telepon dimatikan.

'orang yang aku sayangi itu kamu fer, kenapa masih gak paham?'

Tuhan, maaf aku belum bisa menjadi yang terbaik baginya, aku cuma ingin dia bahagia tanpa aku, 
aku cuma ingin dia tidak merasa keberatan saat aku pergi, karena kurasa cara terbaik untuk membiarkan kita diikhlaskan saat pergi adalah dengan membuat mereka membenci kita, maafkan aku Tuhan.. aku hanya ingin dia mendapatkan wanita yang lebih baik dari aku, atau aku ingin Engkau mempertemukan kami suatu saat nanti


*tok tok tok*"Windu windu"
Suara papah, 
"Windu, ada Tita nih"
"Iya masuk aja"

"silahkan nak tita"
"makasih om"

"hei Win, gimana keadaan kamu?"
"udah agak baikan ta" aku tersenyum lesu, dengan mata sembab ku.
"Kamu abis nangis ya win?"
"enggak kok ta"
"aku tau win, pura-pura kan?apa kamu masih pantas mengucapkan sesuatu yang maknanya sendiri aku tau"
"Iya ta.."

Tita memelekku dan ikut menangis.

"kenapa win?kenapa kamu nangis lagi?"
"aku takut ta"
"takut kenapa?"
"kemarin aku check up.."

( Flashback )
"Jadi, Kondisi putri saya gimana dok?" tanya papah
"Nak Windu.." ucap dokter 
"Gapapa dok, bilang aja saya siap kok mencerna setiap kalimat yang dokter berikan"
"kamu yakin siap?"
"iya dok, saya siap & selalu siap dok"
"maaf pak, sangat disayangkan kondisi darah putih putri anda sudah cukup membahayakan.. jadi kami, hanya bisa membantunya sedikit saja, karena sisa nya ada di Tangan Tuhan pak"
"dok, tolong di maksimalkan ya!tolong dok, dialah putri saya satu-satunya, anggota saya dirumah satu-satunya"
"kami akan berusaha se-maksimal mungkin pak, sebisa kamu, semampu kami"
"terima kasih dok"

======================================================


"Jadi gitu win?"
"iya ta.. maaf ya kalau aku punya salah sama kamu"
"kok kamu ngomongnya gitu sih win?"
"yah.. aku juga mulai nggak kuat Ta"
"kamu kuat Win, aku ngerti kamu pasti kuat, berpura-pura lemah ya?tunjukkin dong kalau kamu itu windu yang kuat, aku gak suka windu yang kayak gini, windu yang dulu aku kenal itu windu yang selalu periang, gimana pun kondisinya, ngerti?"
"ngerti ta, tapi, semangatku udah nggak disini, cahayaku udah ilang ta.."
"kenapa?siapa semangat kamu?Ferdi?kenapa?"
"aku putus ta"
"kalian gaboleh putus!kenapa? kenapa bisa win? aku heran, Kalian kenapa bisa putus?aku tau kalau Ferdi itu emang orang yang selalu bikin kamu bahagia,bikin kamu ketawa,ceria,senang,bahkan aku ngerti kamu, kamu sampai lupa caranya menangis kan saat bersamanya?"
"nggak ada kata 'kalian' lagi ta antara aku dan Ferdi, aku mutusin dia karena aku mau dia rela saat aku Pergi"
"WINDU! aku gak mau Windu yang kayak gini, kamu itu prangnya sungguh hebat, hebat berpura-pura, kamu pasti sekarang juga lagi berpura-pura lemah kan?kamu siapa sebenrnya?kamu bukan Windu"
"aku Windu, ta" tangisku menjadi-jadi
Tita meneteskan airmatanya yang kesekian kali bersama ku,
"jangan nangis ya ta"
"Kamu win, berhenti nangis, dan jalani hidup" dia tersenyum sabil mengusap air mata ku 

Aku menyederkan kepalaku di pundak Tita, 
Dia membiarkan air mataku membasahi pundaknya, die membiarkan aku, sahabatnya menikmati sisa-sisa hidupnya

Seminggu kemudian
======================================================

'Aku sayang papah aku ta, aku sayang kamu, aku sayang Ferdi, aku sayang semua orang yang masih ada di sekeliling ku ta, tolong kamu sampaikan isi hatiku buat Ferdi ya.. aku sayang dia untuk yang terakhir kalinya, aku harap kamu mendegar isi hatiku ini'

*Di sekolah

"Tita!"
itu suaranya Ferdi kan?
"ya? kenapa fer?"
"aku mau ngomong sesuatu sama kamu boleh?"
"ngomong aja"
"nggak disini" Ferdi menarik tangaku yang menggantung disebelah kanan, mengarahkan ku ke taman samping sekolah
"Kenapa Fer?kenapa harus disini?"
Ferdi diam.
"Fer! inikan tempat Favoritnya Windu!"
"iya, kamu tau, kamu sahabatnya kan?"
"iya Fer, kenapa?"
"aku mau tanya sama kamu, kamu pasti taukan kalo aku putus sama Windu?"
"i...iya Fer"
"kamu pasti tau kan penyebab nya? terus, kamu pasti juga tau kan alasan kenapa dia udah seminggu ini nggak masuk sekolah?"
"Fer.."
"Jawab Ta!" 
Ferdi Emosi, tatapan dibalik proyeksi Lensa matanya yang cokelat membuatku ingin memukulnya

"WINDU TUH SAYANG BANGET FER SAMA KAMU! KAMU HARUSNYA TAU ITU!"
"KENAPA DIA MINTA SEMUANYA BERAKHIR TA?PURA-PURA SAYANG?IYA?"
"NGGAK FER! WINDU NGGAK SEBODOH YANG KAMU KIRA! WINDU SAYANG KAMU TANPA KEPURA-PURAAN, WINDU SAYANG KAMU DARI LUBUK HATINA FER!!!"
"TERUS?JELASIN TA SAMA AKU KENAPA DIA MAU SEMUANYA BERAKHIR?JELASIN! GAK MUNGKIN KAN KALAU TIBA-TIBA AJA GITU DIA MAU PUTUS KARENA UDAH NGGAK SAYANG?SEJAK KAPAN TA?"
Ferdi memegang pundakku, tempat biasa windu menangis, dan memaksaku untuk menjawabnya

"Tita.. Ferdi.."
"WINDU" ucapku dan Ferdi bersamaan
======================================================

Aku nggak nyangka, 
aku nggak pernah berpikir kalau akhirnya Ferdi memilih Tita untuk membahagiakannya..

"Windu! tunggu aku"
Suara tita, nggak, gak boleh, aku gaboleh ngeliat dia, emosi ku menjadi, aku menangis, air mataku mengalir deras,
darahku berdesir kencang, jantungku berdebar tak karuan.
aku berlari menjauhi Tita, 
membiarkan dia bahagia bersama Ferdi..

"Windu! kenapa kamu ngejauh? ini nggak seperti yang kamu Pikir win!"

Suara tita masih terdengar
'Aku ngejauh supaya kamu bahagia sama Ferdi Ta'
batinku menjawab, lisanku tak sanggup lagi bergumam.

======================================================

"Windu kelelahan Pak, Dia benar-benar harus totally bed rest"
"dimana dok?rumah sakit?"
"iya pak,kala begitu saya permisi dulu"
"baik dok, terimakasih"

"Om, maaf ya.. Tita nggakbisa ngejaga windu dengan baik"
"nggak apa nak tita, Windu emang sering begini kok, kalau boleh om tau, kenapa Windu bisa sampai pingsan disekolah?pada hari pertama ia masuk pula, setelah seminggu istirahat"
"Jadi gini Om...."
( Flashback yang di Taman belakang sekolah )
"Salah paham ya?"
"iya Om, aku jadi ngerasa bersalah sama Windu, maafin aku ya om"
"Kamu nggak salah Nak tita"
"tita salah om, tita udah bikin sahabat tita yang baik 
banget jadi terbaring di tempat yang paling dia benci om"
"sudah ndak usah nangis, bisa tolong panggil Ferdi kemari?"
"Bisa Om"

======================================================
Kaulah bintangku yang meredup perlahan terambil cahayanya

"Jadi karena ini Om?Ta?Karena ini Windu mau aku berpisah sama dia?"
"Iya Fer,Windu sebenernya sayang banget sama kamu.."
"iya nak Ferdi, jadi Windu cuma mau kamu bisa bahagia walau tanpa dia"
"Gimana bisa?sedangkan kebahagiaan aku adanya di Windu! kebahagiaan aku ada sama kamu win, bangun win!"

"om boleh titip windu sebentar?om ada keperluan"
"iya om, boleh, Tita bakaljagain Windu sampai dia sadar"
"Aku juga"sahut ferdi
======================================================

"Jadi begini pak, saya mengajukan surat pengunduran diri dari sekolah ini kepada anak saya yang bernama windu"
"Oh, Windu? Kelas XI-Ipa1 ya pak?"
"iya benar sekali pak"
"Tapi kenapa?bukankah dia anak yang berprestasi pak?dia bahkan sempat menyumbang sejumlah piala untuk sekolah, die pernah mengharumkan nama sekolah pada olimpiade-olimpiade Tingkat Kota pak"
"kesehatannya terganggu pak"
"Maksud anda bagaimana ya pak?"

======================================================

"Loh, pak kepala sekolah?"
"kalian ada disini?siapa?temannya Windu ya? Kamu tita kan? dan kamu Ferdi?paarnya Windu?"
"iya pak, saya tita temannya Windu"
"saya ferdi, seseorang yang pernah memberikan windu semangat pak"
"jadi begitu rupanya alasan kenapa Windu Tidak melanjutkan sekolahnya"

"maaf pak, sebetulnya ini kemauan saya sendiri, biarlah Windu melanjutkan sekolahnya dirumah saja"
"Baiklah pak, saya mengerti, semoga Windu lekas sembuh ya, saya permisi dulu"

======================================================

Malam hari, Rumah sakit tempat windu dirawat

"Pa...pa..papah"
"Windu?Windu?Kamu sadar sayang? Windu?"
"Tita panggil dokter/suster dulu ya om, Dok!!Dokter!! Dokter!! Suster Suster! suster pasien dikamar 109 sadar"
"Namanya Windu Angkasarania" sahut Ferdi

======================================================

"Kondisi Nak windu masih sama pak, tapi sedikit menurun, sungguh Rahmat dari Tuhan sampai sekarang karena dia sadar,Permisi pak"Ucap dokter 
Tak ada manusia sempurna dapatkah kau terima dan engkau kan terus mencari pengisi kosong hati
"Papah, Windu kangen papah.. windu kangen tita, windu.. windu kangen... Fer.."
"Ferdi ya?" sahut pemilik nama 
"Iya fer, aku kangen kamu"
"Aku sayang kamu Windu, jangan pernah ngelakuin hal bodoh kayak gini lagi ya"

'Tuhan terimakasih karena engkau masih tidak ingin aku menemanimu, aku cuma tidak ingin, sungguh aku tidak ingin mereka merasakan sakit seperti yang kurasakan' hatiku bergumam.

"Sebenernya aku udah denger percakapan kalian daritadi siang, aku mau bangun, tapi rasanya aku lagi ditempat yang indaaaaahhh banget, jadi saat aku mau pergi menemui kalian, rasanya sulit, akhirnya aku sadar, tempat paling indah adalah tempat dimana aku bisa bersama-sama kalian"

"Windu.. Jangan tinggalin papa nak, nanti kalau kamu pergi, papa dirumah sama siapa?Papa sayang sama kamu nak, kamu ituharta papah ynang paling mahal, jagan pergi nak, Bunda mu menyuruhmu hidup bersama papah kan?"
"iya pah, Windu nggak akan pergi kok"

Jawabanku masih sama, lemas,tapi berhasil membuat lengkungan manis di bibir papa,Ferdi&Tita;"Tapi.. Windu.. windu.. windu ketemu bunda tadi pah.. dia bilang maaf, karena sekarang Windu udah harus nemenin Bunda.. bunda bilang kita bakal kumpul lagi disurga pah.."

"windu! kamu gaboleh ngomong gitu!" ucap papah

"Ndu, kamu tau nggak?tita yang udah bikin kamu kayak gini, maafin tita yah, jadi kalu kamu mau ngebenci tita, nggak apa, windu berhak kok ngebenci tita"
"enggak ta, aku udah denger semuanya kok, makasih ya, Tita emang sahabt windu yang paling baik"

Tita menangis.
"Ta, kamu yang ngajarin aku untuk kuat, jangan nangis ta, kamu kuatm, aku nggak kenal tita yang kayak gini.."
"windu, Tita sayang windu"

"Windu, kamu tau nggak?sesungguhnya kamulah yang menjadi bintangku win, kamu juga udah banyakmenaburkan kebahagiaan dihidupku, aku suka setiap kata yang kau tuliskan, aku suka setiap kata yang meluncur dari bibir mu yang memiliki senyum manis, aku suka cara kamu menatap ku win, matamu sungguh mempunyai sinar yang bisa membuatku tersadar, kamulah cahayaku, kamulah si bintang pemilik cahaya paling terang"

"Fer, makasih ya atas semua yang kamu berikan, aku gak suka ngeliat air mata ngebasahin pipi kamu,jangan nangis lagi ya Fer, janji sama aku kalau itu airmata terakhir yang aku lihat"
"Tapi kamu juga harus janji, kalau kamu nggak akan pergi"

"Papah,Tita,Ferdi.. Mamah udah nunggu aku disana, mamah bilang, makasih karena kalian udah jaga Windu, Windu udah nggak sanggup lagi.. Windu udah nggak sanggup lagi, jaga diri kalian baik-baik" 
Kaulah bintangku yang meredup perlahan terambil cahayanya, kaulah bintangku yang meredup perlahan tak lagi terangi malamku
'Tuhan, jaga mereka, mereka orang-orang yang aku sayangi, mereka mencintaiku tulus Tuhan, jangan engkau biarkan mereka dekat dengan orang jahat, jauhi orang-orang yang berniat jahat dari mereka Tuhan, sesungguhnya Engkaulah Yang memiliki Penjagaan yag Luar Biasa..'
======================================================


'Kaulah bintangku, yang meredup perlahan, Ferdi sayang kamu, Windu.."

Tidak ada komentar: